Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H di MIN 2 Melawi

Melawi (Kemenag Melawi) — MIN 2 Melawi melaksanakan kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan MIN 2 Melawi, serta dilaksanakan di Surau MTs Negeri 2 Melawi sebagai sarana pembinaan keimanan dan penguatan karakter Islami.

Dalam kata sambutannya, Kepala Madrasah MIN 2 Melawi, Hj. Siti Nurlaila, S.Ag., M.Pd, menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum memperbaiki akhlak dan ibadah. Beliau menekankan agar peserta didik bijak dalam menggunakan gadget, karena penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perilaku dan perkembangan karakter anak. Selain itu, peserta didik diingatkan untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, bukan mencontoh tokoh kartun, film, atau permainan digital, melainkan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh Ustadz H. Nuryanto, M.Si., M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj pada hakikatnya adalah memperingati hari dilahirkannya perintah salat. Oleh karena itu, seseorang dikatakan benar-benar memperingati Isra Mi’raj apabila ia menjaga dan melaksanakan salat, sedangkan orang yang tidak melaksanakan salat berarti belum mengikuti makna sejati peringatan Isra Mi’raj.

Beliau menegaskan bahwa salat yang dilaksanakan dengan baik dan benar akan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Berdasarkan pengalaman dan pengamatannya, Ustadz H. Nuryanto menyampaikan bahwa anak-anak yang rajin salat umumnya lebih tertib, tidak banyak menimbulkan masalah di sekolah, dan tidak termasuk kategori anak nakal. Bahkan, dari hasil pengamatan terhadap peserta didik yang disiplin menjaga salat, banyak di antara mereka yang menempati peringkat 1 sampai 10 di kelas dan meraih prestasi akademik yang baik.

Sebaliknya, beliau juga mengungkapkan keprihatinannya berdasarkan survei yang pernah dilakukan di tingkat SMA, dari lebih dari seratus siswa, hanya dua orang yang rutin melaksanakan salat Subuh, yang menunjukkan masih rendahnya kesadaran dalam menjaga salat.

Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Nuryanto turut menyampaikan kisah keteladanan Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis, yang mengajarkan bahwa ilmu, iman, dan ketaatan kepada Allah SWT akan membawa kebaikan dan kemuliaan dalam kehidupan. Beliau menegaskan kembali bahwa memperingati Isra Mi’raj berarti memperingati lahirnya perintah salat, sebagaimana memperingati Maulid Nabi berarti memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Di akhir tausiyahnya, beliau menekankan kepada orang tua dan para guru di madrasah agar bersama-sama mendidik dan membimbing anak-anak untuk menjaga dan membiasakan salat sejak dini, karena salat merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan akhlak mulia generasi penerus.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik MIN 2 Melawi semakin memahami makna Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan mampu mengamalkan nilai-nilai ibadah serta keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *