Penyuluh Agama Islam KUA Menukung Tekankan Ketakwaan, Tauhid, dan Pengorbanan dalam Khotbah Jumat

Melawi (Kemenag Melawi) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Menukung, Erinto Sumardi, menyampaikan khotbah Jumat di Masjid Besar Al-Huda Menukung Kota, Jumat, (05/06). Khotbah yang mengangkattema “Menguatkan Tauhid dan Spirit Pengorbanan Pasca IdulAdha” itu mengajak jamaah menjadikan momentum Idul Adhasebagai titik awal penguatan keimanan dan perubahan perilakudalam kehidupan sehari-hari.

Dalam khotbahnya, Erinto Sumardi mengingatkan bahwaperayaan Idul Adha tidak boleh berhenti pada pelaksanaanpenyembelihan hewan kurban semata. Menurut Erinto Sumardi, terdapat nilai-nilai mendasar yang harus terus dihidupkansetelah hari raya berlalu.

“Namun ada satu pertanyaan yang penting untuk kita renungkan, apa yang masih tersisa dari Idul Adha dalam kehidupan kita?Karena sesungguhnya Idul Adha bukanlah akhir daripengorbanan, melainkan awal dari pembuktian,” tegas ErintoSumardi di hadapan jamaah.

Erinto Sumardi menjelaskan, pelajaran pertama yang diajarkanIdul Adha adalah pentingnya ketakwaan kepada Allah SWT.Ketakwaan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapijuga dalam kepatuhan menjalankan perintah agama danmenjauhi segala bentuk larangan-Nya.

Menurut Erinto Sumardi, ketakwaan menjadi fondasi utamadalam membangun kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakatyang lebih baik. Ketakwaan yang kuat akan melahirkan sikapjujur, amanah, disiplin, serta kepedulian sosial yang dibutuhkandalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan saat ini.

Pelajaran kedua yang disampaikan adalah tentang tauhid. ErintoSumardi menegaskan bahwa tauhid bukan sekadar kalimat yang diucapkan oleh lisan, melainkan arah hidup yang membimbingseluruh aktivitas manusia agar tetap berada dalam koridorpengabdian kepada Allah SWT.

“Tauhid bukan sekadar ucapan, tetapi menjadi kompaskehidupan. Ketika tauhid kuat, maka keputusan, tindakan, dantujuan hidup akan selalu berorientasi pada nilai-nilai yang diridhai Allah,” ujar Erinto Sumardi.

Pada bagian lain khotbahnya, Erinto Sumardi menyorotipentingnya menjaga spirit pengorbanan di tengah kehidupanmodern yang cenderung menawarkan kemudahan dankesenangan instan. Menurut Erinto Sumardi, semangatberkorban harus terus ditanamkan sebagai bagian dari karakterseorang muslim.

“Pengorbanan terbesar sering kali bukan mengeluarkan harta, tetapi mengalahkan hawa nafsu, menahan amarah, meninggalkan maksiat, bangun malam untuk shalat, sertamenyisihkan sebagian rezeki untuk membantu sesama,” kata Erinto Sumardi.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan moral.Penguatan tauhid dan semangat pengorbanan diharapkan mampumembentuk pribadi yang lebih tangguh, peduli terhadaplingkungan sekitar, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Melalui khotbah Jumat tersebut, Erinto Sumardi berharap nilai-nilai yang diwariskan Idul Adha tidak berhenti sebagaiperingatan tahunan, tetapi menjadi pedoman nyata dalamkehidupan masyarakat. Dengan ketakwaan yang kokoh, tauhidyang kuat, dan semangat pengorbanan yang terus terjaga, masyarakat diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis, religius, dan bermanfaat bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *