Melawi (Kemenag Melawi) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Anuar Akhmad, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Nono Soemantri, melanjutkan kegiatan monitoring dan pembinaan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ella Hilir pada Selasa (21/7/2026). Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Ella Hilir, Roni Siswanto, bersama para staf dan penyuluh agama.
Kegiatan monitoring dan pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Melawi dalam memperkuat kapasitas aparatur sekaligus memastikan pelaksanaan tugas, fungsi, dan pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan berjalan secara optimal serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Anuar Akhmad kembali memperkenalkan Nono Soemantri sebagai Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Melawi kepada seluruh jajaran KUA Ella Hilir. Ia berharap kehadiran pejabat baru tersebut semakin mempererat koordinasi dan komunikasi antara Seksi Bimas Islam dengan KUA dalam mendukung pelaksanaan program-program prioritas Kementerian Agama.
Selain berdialog dengan seluruh pegawai, rombongan juga meninjau pelaksanaan administrasi perkantoran, layanan pencatatan nikah, pengelolaan aplikasi layanan, serta kondisi sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Anuar Akhmad mengajak seluruh aparatur KUA Ella Hilir untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, baik staf administrasi maupun penyuluh agama, dengan mengedepankan profesionalisme, disiplin, integritas, dan semangat melayani. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan, komunikasi yang baik, dan kekompakan antarpegawai agar tercipta lingkungan kerja yang kondusif serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain itu, Anuar Akhmad mendorong jajaran KUA Ella Hilir agar terus memperkuat kolaborasi lintas sektoral dengan berbagai instansi di wilayah kecamatan. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah kecamatan, sekolah dan madrasah, puskesmas, kepolisian, pemerintah desa, serta lembaga kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam menyukseskan program-program Kementerian Agama.
“KUA tidak dapat bekerja sendiri. Bangun komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan sekolah, puskesmas, Polsek, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang kuat, pelayanan keagamaan dan program pembinaan umat akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Anuar Akhmad.
Ia juga memberikan penjelasan mengenai proses peralihan sebagian urusan kepegawaian Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Anuar mengimbau seluruh pegawai agar tetap tenang, mengikuti setiap kebijakan pemerintah, serta tetap fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing hingga seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
Sebagai bagian dari program prioritas Kementerian Agama, Anuar Akhmad juga mengajak seluruh jajaran KUA Ella Hilir untuk terus menguatkan implementasi Program Ekoteologi melalui aksi nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan kantor, melakukan penghijauan, serta memanfaatkan lahan yang tersedia agar tercipta lingkungan kerja yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman.
Sementara itu, Nono Soemantri mengajak seluruh pegawai untuk terus mengoptimalkan layanan Bimas Islam, mulai dari pelayanan pencatatan nikah, bimbingan perkawinan, pembinaan keluarga sakinah, layanan zakat dan wakaf, hingga memperkuat implementasi Program GEMAH ASRI sebagai budaya kerja yang mewujudkan lingkungan KUA yang Bersih, Aman, Sehat, Rapi, dan Indah.
“Penguatan pelayanan harus berjalan seiring dengan penguatan budaya kerja. Dengan sinergi yang baik, KUA akan semakin mampu memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Nono Soemantri.
Melalui kegiatan monitoring dan pembinaan ini, diharapkan KUA Kecamatan Ella Hilir terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kinerja aparatur, menjaga keharmonisan dan kekompakan antarpegawai, memperluas kolaborasi lintas sektoral, mengoptimalkan pelaksanaan program-program prioritas Kementerian Agama, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.
