MTsN 1 Melawi Jadikan Isra’ Mi’raj Momentum Perkuat Karakter Peserta Didik

Melawi (Kemenag Melawi) – Keluarga Besar MTs Negeri 1 Melawi melaksanakan kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Sabtu, (17/1/2026) / 28 Rajab 1447 H pukul 08.00 sampai Selesai, bertempat di Mushalla madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh kepala madrasah, wakil Kepala Madrasah, dewan guru, staf, serta seluruh peserta didik sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan karakter keagamaan warga madrasah.

Kepala MTs Negeri 1 Melawi, Fakhrudin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesungguhan dalam menyimak materi keagamaan yang disampaikan penceramah. Fakhrudin secara khusus mengajak seluruh peserta untuk fokus dan membuka hati terhadap pesan yang akan disampaikan oleh penceramah.

“Isra’ Mi’raj bukan sekadar peringatan rutin, tetapi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak. Fakhrudin mengajak seluruh warga madrasah agar serius mendengarkan dan mengamalkan ilmu yang disampaikan Al Ustadz Udin Jafri,” ujar Fakhrudin.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini menghadirkan Al Ustadz Udin Jafri, S.Pd.I, Penyuluh Agama Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, sebagai penceramah. Dalam tausiahnya, Udin Jafri menekankan makna shalat sebagai inti dari peristiwa Isra’ Mi’raj serta urgensinya dalam membentuk karakter disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, terutama bagi generasi muda di lingkungan pendidikan.
Menurut Udin Jafri, nilai-nilai Isra’ Mi’raj harus berdampak langsung pada perilaku sehari-hari peserta didik, baik di madrasah maupun di tengah masyarakat.

“Shalat yang benar akan melahirkan pribadi yang tertib, berakhlak, dan peduli lingkungan sosial. Dari madrasah inilah diharapkan lahir generasi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Tanah Pinoh, bahkan Melawi,” tegas Udin Jafri.

Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama dan pendidikan karakter di madrasah. Melalui peringatan Isra’ Mi’raj, MTs Negeri 1 Melawi menegaskan komitmennya menjadikan kegiatan keagamaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berdampak pada pembentukan sikap religius, disiplin ibadah, serta peningkatan kualitas moral peserta didik di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *