Penyuluh Lintas Agama IPARI Melawi Berikan Bimbingan Rohani untuk Pasien RSUD Melawi

Melawi (Kemenag Kalbar) – Sejumlah Penyuluh Agama yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Melawi melakukan kunjungan bimbingan rohani kepada pasien di RSUD Melawi. Kunjungan ini melibatkan penyuluh dari tiga latar belakang agama: Islam, Kristen, dan Katolik yang memberikan dukungan mental dan mendoakan sesuai keyakinan masing-masing pasien.

Kegiatan ini merupakan bagian dari MoU RSUD Melawi dengan Kemenag Kabupaten Melawi sebagai respon terhadap tingginya permintaan pendampingan spiritual di ruang perawatan. Para penyuluh tidak datang untuk agenda seremonial, melainkan langsung menyapa pasien, mendengar keluhan, dan memberikan penguatan mental yang dibutuhkan pasien selama proses pemulihan.

Pada salah satu kunjungan, Penyuluh Agama Islam sekaligus Ketua IPARI Melawi, Muhd. Sukarno, memberikan motivasi kepada seorang pasien bernama Andriansyah (35). Sebelum memimpin doa, ia menyampaikan pesan  yang menenangkan, mengajak pasien untuk disiplin mengikuti anjuran medis.

“Bapak harus tetap semangat. Ikuti anjuran dokter, obatnya diminum, dan pantangannya dijaga,” ujarnya di sisi tempat tidur pasien, memastikan bahwa dukungan spiritual tidak berdiri sendiri tanpa kepatuhan terhadap prosedur medis.

Sementara itu, penyuluh dari unsur Kristen dan Katolik juga melakukan pendampingan serupa kepada pasien. Mereka memberikan penguatan sesuai ajaran gereja, mendoakan pemulihan, dan memastikan pasien merasa tidak sendiri dalam menghadapi masa perawatan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa layanan penyuluhan agama di Melawi dikerjakan secara kolaboratif, melintasi batas keyakinan.

Pihak RSUD Melawi menyambut baik langkah IPARI karena pendampingan rohani terbukti memperkuat kondisi psikologis pasien. Bagi sebagian pasien, kehadiran penyuluh menjadi pengingat bahwa proses penyembuhan bukan hanya soal obat, tetapi juga kesiapan mental dan kepasrahan kepada Tuhan sesuai agama masing-masing.

Kunjungan ini juga menegaskan komitmen IPARI Melawi dalam memastikan pelayanan keagamaan hadir di ruang-ruang publik secara nyata. Para penyuluh tidak hanya berkegiatan di rumah ibadah, melainkan turun langsung ke ruang rawat untuk memberikan dukungan paling dasar bagi pasien: mendampingi mereka untuk tetap kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *