Sambas (Kemenag Melawi) — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Melawi melalui Penyuluh Agama Islam yang mewakili instansi tersebut menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan oleh Menteri Industri Makanan, Komoditi dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Malaysia dalam kegiatan Seminar Internasional dan Upgrading Da’i di Kabupaten Sambas, Rabu (8/4/2026).
Materi bertajuk “Ketahanan Pangan di Beranda Negara: Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan” dinilai sangat relevan dengan kondisi wilayah perbatasan, khususnya dalam memperkuat peran masyarakat dan tokoh agama dalam mendukung kemandirian pangan. Penyuluh Agama Islam Kemenag Melawi menilai bahwa konsep yang disampaikan tidak hanya menitikberatkan pada aspek produksi, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, ekonomi, dan keagamaan.
Menurutnya, ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri. Oleh karena itu, peran da’i dan penyuluh agama menjadi strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi lokal secara optimal.
Kegiatan seminar ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas negara, khususnya antara Indonesia dan Malaysia, dalam membangun kawasan perbatasan yang mandiri dan berdaya saing. Selain itu, upgrading da’i diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para penyuluh dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang kontekstual dan solutif.
Kemenag Melawi berharap, hasil dari seminar ini dapat diimplementasikan dalam program pembinaan masyarakat, sehingga terwujud ketahanan pangan yang berkelanjutan serta kedaulatan daerah perbatasan yang semakin kokoh.
