Melawi (Kemenag Kalbar) — Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Nurul Ayu Annisa, sukses menuntaskan Seminar Laporan Aktualisasi pada Selasa, 25 November 2025. Dalam seminar tersebut, Nurul memaparkan inovasinya yang berjudul “Pemanfaatan E-Modul Interaktif sebagai Sumber Belajar Murid Kelas XI IPS MAN Melawi.” Gagasan ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan sumber belajar yang lebih menarik, adaptif, dan mampu meningkatkan fokus belajar murid dalam pembelajaran geografi.
Isu yang diangkat Nurul berangkat dari fakta bahwa proses pembelajaran yang hanya mengandalkan metode ceramah kerap membuat murid cepat jenuh, kurang fokus, dan kesulitan memahami materi secara mendalam. Kondisi ini berdampak pada rendahnya capaian evaluasi dan belum optimalnya ketercapaian tujuan pembelajaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, Nurul menghadirkan inovasi E-Modul Interaktif, sebuah media belajar digital yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar lebih variatif, visual, dan mudah dipahami.
Selama pelaksanaan aktualisasi di MAN Melawi, Nurul menginternalisasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, mulai dari orientasi pelayanan dalam menyediakan media pembelajaran berkualitas, kompetensi dalam mengembangkan modul digital, hingga kolaborasi dengan rekan guru dalam proses uji coba dan evaluasi. Melalui rangkaian kegiatan mulai dari penyusunan modul, integrasi materi visual dan interaktif, hingga penggunaan langsung dalam pembelajaran, E-Modul Interaktif terbukti mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran secara signifikan.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat positif. Berdasarkan pengelolaan nilai dari pertemuan pertama hingga pertemuan keempat, nilai rata-rata murid meningkat dari 58 menjadi 96, menandakan bahwa penggunaan E-Modul Interaktif memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan hasil belajar murid kelas XI IPS MAN Melawi. Murid menjadi lebih fokus, lebih aktif, dan mampu memahami materi geografi dengan lebih baik.
Selain itu, melalui kuesioner penilaian e-modul, murid memberikan persentase penilaian sebesar 86% dengan kategori “sangat setuju”, yang menunjukkan bahwa mereka menilai E-Modul Interaktif efektif, menyenangkan, dan memudahkan pemahaman terhadap materi pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa E-Modul Interaktif tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai inovasi pembelajaran yang meningkatkan motivasi belajar murid.
Dalam kesempatan seminar, Sugeng selaku mentor menyampaikan apresiasi atas inovasi yang disusun oleh Nurul. Ia menilai bahwa pemanfaatan modul digital merupakan langkah tepat dalam menjawab tuntutan pembelajaran abad 21, sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan madrasah. “Inovasi ini sangat relevan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas belajar murid. Modul interaktif memungkinkan pembelajaran berlangsung lebih hidup dan lebih efektif,” ujarnya.
Secara keseluruhan, aktualisasi yang dilakukan Nurul Ayu Annisa memberikan kontribusi penting bagi guru, murid, dan madrasah. Inovasi E-Modul Interaktif tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran geografi, tetapi juga mendukung upaya MAN Melawi dalam memperkuat pembelajaran berbasis digital yang adaptif, menarik, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
