Nadelia Maudi Tuntaskan Seminar Aktualisasi dengan Inovasi PAKURSUN di MIN 2 Melawi

Melawi (Kemenag Kalbar) — Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Nadelia Maudi, sukses menuntaskan Seminar Laporan Aktualisasi pada Selasa, 25 November 2025. Dalam kesempatan tersebut, Nadelia memaparkan inovasinya yang berjudul “Optimalisasi Kemampuan Numerasi Siswa melalui Penggunaan PAKURSUN di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Melawi.”

Isu yang diangkat berangkat dari permasalahan di kelas, yakni belum optimalnya kemampuan numerasi siswa pada materi pengurangan bersusun. Banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam proses peminjaman dan penentuan nilai tempat, sehingga memengaruhi ketepatan mereka dalam menyelesaikan soal matematika. Kondisi ini mendorong Nadelia untuk menghadirkan solusi pembelajaran yang lebih konkret, mudah dipahami, dan melibatkan siswa secara aktif.

Menjawab tantangan tersebut, Nadelia merancang dan mengimplementasikan PAKURSUN (Papan Pengurangan Bersusun) sebagai media pembelajaran berbasis praktik langsung. Media sederhana ini memungkinkan siswa untuk memahami alur pengurangan bersusun melalui tahapan visual dan manipulatif, mulai dari penyusunan bilangan, proses peminjaman, hingga menentukan hasil akhir secara tepat.

Dalam proses aktualisasinya, Nadelia melakukan serangkaian kegiatan yang meliputi koordinasi dengan mentor, observasi pembelajaran, perancangan media, uji coba PAKURSUN, hingga penerapan langsung di kelas. Selama pembelajaran berlangsung, siswa terlihat lebih antusias dan terlibat aktif. Mereka mampu menyelesaikan soal dengan langkah-langkah sistematis dan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam memahami konsep matematika dasar.

Evaluasi yang dilakukan menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan setelah penggunaan PAKURSUN. Tidak hanya berdampak pada siswa, inovasi ini juga membantu guru memperoleh penguatan kompetensi pedagogik, profesionalisme, serta mendorong internalisasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK, khususnya kompeten, adaptif, dan berorientasi pelayanan.

Dalam seminar tersebut, mentor yang mewakili pimpinan menyampaikan apresiasi atas gagasan yang disusun oleh Nadelia. Menurutnya, PAKURSUN merupakan media pembelajaran yang praktis sekaligus efektif untuk menjawab tantangan numerasi di tingkat dasar. “Inovasi ini memberi pengaruh nyata dalam membantu siswa memahami pengurangan bersusun. Pembelajarannya menjadi lebih menyenangkan dan bermakna,” ujarnya.

Secara keseluruhan, aktualisasi yang dilakukan Nadelia Maudi tidak hanya menuntaskan isu pembelajaran yang dihadapinya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi siswa, guru, instansi, dan masyarakat. Inovasi PAKURSUN menjadi kontribusi berharga dalam meningkatkan mutu pendidikan di MIN 2 Melawi serta mendukung misi madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *