Melawi (Kemenag Kalbar), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Melawi menegaskan komitmennya dalam mendukung transparansi dan kualitas seleksi rekrutmen institusi negara. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Kemenag dalam tahapan seleksi penerimaan calon Bintara Brimob Tahun Angkatan (T.A.) 2026. Keterlibatan ini ditandai dengan keikutsertaan Kemenag dalam Panitia Pemeriksaan Administrasi Awal yang dilaksanakan hari ini, Kamis, 20 November 2025, bertempat di Markas Kepolisian Resor (Polres) Melawi.
Keterlibatan Kemenag dalam proses seleksi Bintara Polri ini merupakan bentuk nyata sinergi antar-lembaga di tingkat daerah. Institusi kepolisian menganggap penting verifikasi langsung dari Kemenag untuk memastikan keabsahan dokumen pendidikan calon anggota yang berasal dari sistem pendidikan di bawah naungannya.
Dalam kepanitiaan yang bertugas memverifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen pendaftar, Kemenag Melawi menugaskan Staf Pendidikan Islam (Pendis), Try Wahyudinata,, sebagai perwakilan resmi. Tugas utama Try Wahyudinata adalah memastikan keabsahan dan melakukan verifikasi silang terhadap ijazah calon siswa Bintara yang merupakan lulusan dari madrasah (sekolah di bawah naungan Kementerian Agama), seperti Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat.
Proses verifikasi ini sangat krusial. Ijazah dari madrasah harus dipastikan telah terdaftar secara sah dan dikeluarkan sesuai dengan kurikulum dan peraturan yang berlaku di Kemenag. Langkah ini menunjukkan keseriusan institusi Polri dalam menjaring calon anggota yang memiliki kualifikasi pendidikan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Total pendaftar Bintara Brimob yang menjalani pemeriksaan administrasi awal di Polres Melawi hari ini tercatat sebanyak 14 orang.
Partisipasi Kemenag Melawi dalam proses ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam mendukung transparansi dan kualitas pelaksanaan seleksi penerimaan anggota Polri. Kehadiran perwakilan Kemenag memastikan bahwa tidak ada keraguan sedikit pun terhadap validitas latar belakang pendidikan Islam calon Bintara.
Keterlibatan ini tidak hanya menguntungkan Polri dalam mendapatkan calon anggota yang berkualitas, tetapi juga memberikan jaminan dan pelayanan terbaik bagi lulusan madrasah yang bercita-cita mengabdi kepada negara melalui jalur kepolisian. Hal ini juga memperkuat pandangan bahwa lulusan madrasah memiliki peluang dan kualifikasi yang setara dengan lulusan sekolah umum dalam meniti karir di berbagai bidang, termasuk institusi militer dan kepolisian. Proses pemeriksaan administrasi awal ini menjadi gerbang pertama bagi para pendaftar untuk melangkah ke tahapan seleksi selanjutnya.(rnd)
