Melawi (Kemenag Kalbar) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sokan, Sibandi, melakukan koordinasi dengan Ketua Masjid Besar Al-Wathan, Haji Ramang, untuk membahas rencana pelaksanaan pelatihan fardu kifayah bagi masyarakat di Kecamatan Sokan. Pertemuan berlangsung pada pagi hari di kediaman Haji Ramang yang berada tidak jauh dari Masjid Besar Al-Wathan.
Dalam pertemuan tersebut, Sibandi hadir bersama ASN KUA Sokan, Ardiansyah, untuk menyampaikan temuan di lapangan bahwa sebagian masyarakat di beberapa desa masih minim pemahaman dan keterampilan dalam penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga penguburan sesuai syariat Islam. Kondisi ini mendorong perlunya pelatihan sebagai upaya pemenuhan kewajiban kolektif (fardu kifayah) di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup dalam tata cara penyelenggaraan jenazah. Selain mempererat silaturahmi, pertemuan ini bertujuan untuk menyusun teknis pelaksanaan pelatihan,” ujar Sibandi.
Haji Ramang menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungan penuh dari pihak masjid. Menurutnya, Masjid Besar Al-Wathan siap menjadi tempat pelaksanaan kegiatan karena pelatihan fardu kifayah merupakan kebutuhan penting bagi warga, terutama generasi muda.
Koordinasi berjalan lancar dan menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain:
Pelaksanaan kegiatan direncanakan pada akhir pekan agar memudahkan kehadiran peserta, dengan menggunakan ruang serbaguna masjid.
Peserta pelatihan diprioritaskan dari perwakilan tiap dusun atau majelis taklim agar ilmu yang diperoleh dapat disebarluaskan lebih luas.
Narasumber akan dipimpin langsung oleh Sibandi sebagai penyuluh, dibantu tokoh agama setempat. Materi akan mencakup teori dan praktik, termasuk simulasi pengkafanan jenazah.
Dukungan logistik akan difasilitasi pihak masjid, termasuk penyediaan tempat dan koordinasi dengan aparat desa.
Haji Ramang mengapresiasi langkah proaktif KUA Sokan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang ibadah kemasyarakatan. “Alhamdulillah, sinergi antara penyuluh, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat akan membuat pelatihan ini bermanfaat dan berjalan sukses,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan layanan keagamaan KUA, sekaligus bentuk kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan keterampilan masyarakat terkait tata cara penyelenggaraan jenazah.
