Kepala Kankemenag Melawi Tekankan Kurikulum Berbasis Cinta Pada Pembinaan Pegawai di MAN Melawi

Melawi – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, H. Anuar Akhmad, S.Ag.,M.M., menekankan pentingnya peran guru dalam pembentukan karakter dan akhlak siswa serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) saat melaksanakan pembinaan pegawai di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Melawi, Senin (17/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Kantor MAN Melawi ini dihadiri oleh Kepala MAN Melawi, H. Sugeng, S.Ag.,M.A.P., beserta seluruh pegawai yang terdiri dari ASN PNS, PPPK, dan Tenaga Honorer.
Dalam arahannya, H. Anuar Akhmad menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis yang tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai teladan dan pembentuk karakter siswa. “Guru adalah ujung tombak pendidikan yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk akhlak mulia dan karakter siswa. Setiap tindakan, ucapan, dan perilaku guru akan menjadi contoh yang ditiru oleh siswa,” ungkap Kakankemenag Melawi.
Lebih lanjut, H. Anuar Akhmad mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di MAN Melawi untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam proses pembelajaran dan interaksi sehari-hari dengan siswa. KBC merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pada pembangunan hubungan yang harmonis, penuh kasih sayang, dan saling menghormati antara guru dengan siswa.
“Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya sekadar metode pembelajaran, tetapi sebuah filosofi pendidikan yang menempatkan cinta dan kasih sayang sebagai fondasi dalam mendidik. Ketika siswa merasa dicintai, dihargai, dan aman di lingkungan madrasah, mereka akan lebih terbuka untuk belajar dan berkembang secara optimal,” jelas H. Anuar Akhmad.
Penerapan KBC bertujuan untuk menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif, di mana siswa merasa aman, nyaman, dan diterima apa adanya. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan psikologis pada siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta membangun kepercayaan diri dan akhlak mulia. Guru didorong untuk lebih empatik, sabar, dan memahami keunikan setiap siswa.
Kepala MAN Melawi, H. Sugeng, S.Ag.,M.A.P., menyambut positif arahan Kakankemenag dan berkomitmen untuk menerapkan KBC secara menyeluruh di madrasah. “Kami akan memastikan bahwa setiap guru dan tenaga kependidikan memahami dan mengimplementasikan pendekatan berbasis cinta dalam setiap aktivitas pembelajaran dan pembinaan siswa. Ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi,” ujarnya.
Bersamaan dengan pembinaan pegawai, juga dilaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 terhadap H. Sugeng. PKKM merupakan instrumen evaluasi untuk mengukur capaian kinerja kepala madrasah dalam aspek manajerial, supervisi akademik, kepemimpinan, dan pengembangan inovasi pendidikan. Penilaian dilakukan secara objektif dan transparan mengacu pada standar yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Seluruh pegawai MAN Melawi yang hadir dalam kegiatan pembinaan menyatakan kesediaan untuk mengimplementasikan nilai-nilai cinta dan kasih sayang dalam mendidik siswa. Mereka menyadari bahwa pembentukan karakter dan akhlak siswa merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keteladanan.
“Kami berharap melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, MAN Melawi menjadi rumah kedua bagi siswa, tempat mereka tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga menemukan kasih sayang, bimbingan, dan inspirasi untuk menjadi pribadi yang berkarakter mulia,” tutup H. Anuar Akhmad.
Kegiatan pembinaan dan PKKM ini merupakan bagian dari program Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, khususnya dalam aspek pembentukan karakter dan implementasi pendekatan pembelajaran yang humanis dan Islami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *