Melawi (Kemenag Melawi) — Apel pagi kembali dilaksanakan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi pada Selasa (26/05/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Melawi sebagai bentuk disiplin dan penguatan koordinasi kerja.
Bertindak selaku pembina apel, Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Melawi, Muhammad Qamarul Khair, menyampaikan amanat dengan cara yang berbeda dan penuh makna. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan pembinaan melalui tiga pantun yang mengandung nilai spiritual, toleransi, dan kebersamaan.
Pantun pertama berisi pesan agar seluruh pegawai terus memperkuat nilai keimanan dan menjalankan ajaran agama dengan baik, terlebih dalam momentum ibadah puasa dan menjelang Hari Raya Iduladha.
Dolar tidak beredar di desa
Itu kata-kata elit penguasa
Selamat bagi yg sedang berpuasa
Kuatkan terus internalisasi ajaran yang Maha Kuasa
Melalui pantun tersebut, pembina apel mengingatkan pentingnya menjaga hubungan spiritual kepada Tuhan sebagai pondasi dalam bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Pada pantun kedua, Muhammad Qamarul Khair menekankan pentingnya komunikasi yang baik serta menjaga sikap toleransi di tengah keberagaman.
Harus jelas tiap artikulasi
Jika tidak nilai minus lima
Kuatkan terus sikap bertoleransi
Rukun damai menguatkan hidup bersama
Pesan tersebut mengandung amanat agar seluruh pegawai mampu membangun komunikasi yang santun, saling menghargai, dan menjaga keharmonisan baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Sementara itu, pantun ketiga mengajak seluruh peserta apel untuk memperkuat rasa empati dan semangat berbagi antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
Hari Rabu Hari Raya Lebaran Haji
Hari minggu hari raya Waisak umat Budda
Kuatkan sikap empati dan berbagi
Rukun damai didapat walau kita berbeda
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukan menjadi penghalang untuk hidup rukun dan damai. Justru melalui sikap empati, saling menghormati, dan kepedulian sosial, kerukunan antarumat beragama dapat terus terjaga.
Apel pagi tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Melalui amanat yang dikemas dalam bentuk pantun, diharapkan pesan-pesan moral yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh pegawai dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur Kementerian Agama.
Kegiatan apel pagi kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh pegawai senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam bekerja, serta mampu menjaga semangat kebersamaan dan kerukunan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
