Melawi (Kemenag Melawi) — Tausiyah ba’da shalat witir dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 H di Masjid Baiturrahman, Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi, berlangsung khusyuk pada Rabu malam (11/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ust. Faisol Abdurrahman menyampaikan tausiyah yang mengangkat tema peristiwa Nuzulul Qur’an dan makna turunnya Al-Qur’an bagi umat Islam.
Di hadapan para jamaah, Ust. Faisol menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi melalui beberapa tahapan yang memiliki hikmah besar bagi umat manusia.
Ia menerangkan bahwa para ulama menjelaskan tiga tingkatan turunnya Al-Qur’an.
“Tahapan pertama, Al-Qur’an berada di Lauh al-Mahfuz, yaitu tempat di mana seluruh ketetapan Allah SWT tersimpan,” jelasnya.
Selanjutnya, pada tahapan kedua, Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfuz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia secara sekaligus pada malam yang penuh kemuliaan.
“Peristiwa ini terjadi pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan, yang kemudian dikenal sebagai peristiwa Nuzulul Qur’an,” ungkapnya.
Adapun tahapan ketiga, lanjutnya, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril selama kurang lebih 23 tahun, sesuai dengan situasi dan kebutuhan umat pada masa itu.
Menurut Ust. Faisol, turunnya Al-Qur’an secara bertahap memiliki hikmah agar ajaran Islam dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan secara perlahan oleh umat.
“Karena itu, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Ia juga mengajak para jamaah untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dengan memperbanyak membaca, mempelajari, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Ramadan disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Maka sudah seharusnya kita memanfaatkan bulan ini untuk memperkuat hubungan kita dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” tambahnya.
Tausiyah tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh para jamaah yang hadir. Melalui penjelasan tersebut, diharapkan umat Islam semakin memahami keagungan Al-Qur’an sekaligus termotivasi untuk menjadikannya sebagai tuntunan dalam kehidupan.
