Melawi (Kemenag Melawi) — Apel pagi kembali dilaksanakan pada Rabu (18/2) di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi sebagai momentum penguatan disiplin dan semangat kerja aparatur setelah libur beberapa hari.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Kantor Kemenag Melawi, Anuar Akhmad, menyampaikan sejumlah arahan dan pembinaan kepada seluruh ASN dan pegawai yang hadir. Ia mengawali amanatnya dengan mengucapkan selamat kembali bertugas setelah libur Tahun Baru Imlek, seraya mengajak seluruh jajaran untuk kembali menata ritme kerja secara optimal.
“Setelah beberapa hari kita menikmati libur bersama, hari ini kita kembali melaksanakan tugas dan pengabdian. Mari kita awali dengan semangat baru, menjaga kedisiplinan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H kepada seluruh umat Muslim, khususnya keluarga besar Kemenag Melawi. Ia menegaskan bahwa ibadah puasa hendaknya menjadi energi spiritual untuk meningkatkan etos kerja, bukan menjadi alasan menurunnya kinerja.
“Puasa bukan penghalang untuk tetap profesional. Justru menjadi sarana melatih keikhlasan, kesabaran, dan integritas dalam bekerja. ASN Kemenag harus tetap hadir memberikan layanan terbaik kepada umat,” tegasnya.
Selain itu, Anuar Akhmad turut menyampaikan informasi terkait keikutsertaan jajaran Kemenag Melawi dalam kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kemenag Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada 13–14 Februari 2026 di Pontianak. Dalam forum tersebut, berbagai agenda strategis diikuti sebagai bagian dari penguatan program keagamaan dan pelayanan publik di daerah.
Beberapa kegiatan yang dihadiri antara lain pelantikan pengurus IPIM Kalimantan Barat, Wisuda Imam, peresmian BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan), Rakerwil Dharma Wanita Persatuan Kemenag se-Kalbar, serta seminar Eco Enzyme dan sejumlah agenda lain yang berkaitan dengan penguatan moderasi beragama, ketahanan keluarga, dan kepedulian lingkungan.
Ia berharap hasil Rakerwil tersebut dapat diimplementasikan secara nyata di Kabupaten Melawi melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Rakerwil bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi arah kebijakan yang harus kita terjemahkan dalam kerja nyata di daerah. Kita harus mampu menghadirkan layanan keagamaan yang adaptif, inklusif, dan berdampak,” ungkapnya.
Apel pagi ditutup dengan doa dan komitmen bersama untuk terus menjaga sinergi, meningkatkan profesionalitas, serta memperkuat peran Kementerian Agama sebagai pelayan umat dan perekat kerukunan.
