GEMAR Subuh ke-6, Jamaah Masjid Al-Ikhlas Paal Kembali Dikuatkan dengan Tausiah Penuh Hikmah

Melawi (Kemenag Melawi) — Kegiatan Gemar Shalat Subuh Berjamaah kembali dilaksanakan untuk yang ke-6 kalinya di Masjid Al-Ikhlas, Desa Paal, pada Rabu (18/2/2026). Program ini terus menjadi wadah pembinaan spiritual sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Tausiah pada kesempatan ini disampaikan oleh Subakir, yang menyampaikan pesan-pesan mendalam dengan bahasa sederhana dan menyejukkan hati.

Dalam tausiahnya, beliau mengingatkan jamaah tentang beberapa hal penting terkait kehidupan akhirat dan luasnya rahmat Allah SWT.

Pertama, beliau menjelaskan bahwa surga memiliki delapan pintu, sedangkan neraka memiliki tujuh pintu. Hal ini menjadi isyarat bahwa rahmat Allah sangat luas dan jalan menuju kebaikan terbuka lebar bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.

Kedua, beliau menegaskan bahwa surga diraih bukan semata-mata karena amal, melainkan karena rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Amal ibadah menjadi sebab, namun rahmat Allah adalah kunci utama.

Ketiga, beliau mengingatkan bahwa ibadah sebanyak apa pun tidak akan cukup tanpa Rahmatullah. Seorang mukmin harus senantiasa berharap dan bersandar kepada pertolongan Allah, bukan merasa aman dengan amalnya sendiri.

Keempat, Subakir juga menekankan bahaya penyakit hati seperti riya, hasad, sombong, dan ujub. Penyakit-penyakit tersebut dapat menggugurkan amal dan menyebabkan kerugian besar di akhirat.

Kelima, beliau menyampaikan bahwa amal ibadah selama ratusan tahun pun masih lebih ringan dibanding luasnya rahmat Allah SWT. Karena itu, umat Islam diajak untuk terus memperbanyak doa, harapan, dan ketergantungan kepada-Nya.

Di akhir tausiah, beliau turut menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi jamaah yang telah memulainya. Beliau juga menegaskan bahwa perbedaan awal puasa sudah terjadi sejak lama, sehingga tidak perlu menjadi bahan perdebatan, apalagi bagi mereka yang tidak memiliki dasar ilmu yang kuat.

Kegiatan Gemar Shalat Subuh ini diharapkan terus istiqamah sebagai sarana membangun semangat ibadah, memperkuat keimanan, serta menciptakan suasana religius di tengah masyarakat Desa Paal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *