Peringati Isra Mi’raj, Masjid Baitul Mutaqin Gelar Ngaji Kitab tentang Asal Usul Tujuh Belas Rakaat Salat

Melawi (Kemenag Melawi) — Peringtan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitul Mutaqin berlangsung berbeda dari biasanya. Kegiatan yang digelar pada Minggu (18/1) pagi tersebut diisi dengan ngaji kitab yang mengangkat tema Asal Usul Tujuh Belas Rakaat Salat, sehingga memberi nuansa edukatif dan mendalam bagi jamaah.

Sejak pagi, jamaah tampak memadati masjid dengan antusias. Mereka mengikuti pengajian dengan tertib dan khidmat, menyimak pemaparan materi yang disampaikan secara runut dan mudah dipahami. Suasana pengajian terasa hidup, terlihat dari perhatian jamaah yang fokus serta respons positif sepanjang kegiatan berlangsung.

Pemateri, Ustaz Tarhibatul Abror, menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam karena menjadi momentum ditetapkannya kewajiban salat lima waktu. Dalam ngaji kitab tersebut, ia menguraikan latar belakang historis dan dalil keagamaan yang melandasi jumlah rakaat salat yang keseluruhannya berjumlah tujuh belas rakaat.

Menurutnya, pemahaman terhadap asal-usul ibadah salat sangat penting agar umat Islam tidak menjalankannya sekadar sebagai rutinitas, melainkan sebagai bentuk ketaatan dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga menekankan bahwa salat merupakan tiang agama yang harus dijaga kualitas dan konsistensinya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ngaji kitab ini dinilai mampu menambah wawasan keislaman jamaah sekaligus menghidupkan tradisi keilmuan di lingkungan masjid. Antusiasme jamaah menjadi bukti bahwa pendekatan kajian kitab pada peringatan hari besar Islam mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Baitul Mutaqin pun ditutup dengan doa bersama, dengan harapan nilai-nilai spiritual dari peristiwa Isra Mi’raj dapat semakin menguatkan keimanan dan ketakwaan jamaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *