KUA Menukung Kirim Pesan Damai Jelang Akhir Tahun

Melawi (Kemenag Kalbar) — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Menukung menggelar program BERDAMAI (Bersihkan Rumah Ibadah dan Menebar Damai) sebagai upaya konkret merawat harmoni sosial lintas iman. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, (22/12), dengan sasaran rumah ibadah di Menukung Kota, Kabupaten Melawi.

Program BERDAMAI merupakan bagian dari penguatan moderasi beragama yang digagas Kementerian Agama, dengan menempatkan rumah ibadah sebagai ruang bersama yang harus dijaga kebersihan, kenyamanan, dan nilai kedamaiannya. Kegiatan ini menekankan aksi nyata, bukan seremoni, melalui kerja bersama lintas agama.

Pelaksanaan kegiatan diawali di Gereja Paroki Santa Luisa Menukung Kota. Penyuluh Agama Islam, Penyuluh Agama Katolik, serta pegawai KUA Kecamatan Menukung bergotong royong membersihkan area gereja, mulai dari halaman hingga ruang ibadah. Kehadiran lintas unsur keagamaan tersebut menjadi pesan sosial yang kuat di tengah momentum keagamaan besar.

Pemimpin Gereja Paroki Santa Luisa Menukung Kota, Romo Leonardus Lako, CM., menyambut positif kegiatan tersebut. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerukunan tidak berhenti pada wacana. Kerja bersama membersihkan rumah ibadah adalah bentuk persaudaraan yang hidup dan nyata,” ujar Romo Leonardus Lako di sela kegiatan.

Usai kegiatan di gereja, rangkaian BERDAMAI dilanjutkan di Masjid Ikhlas Menukung Kota. Pola kegiatan dilakukan secara serupa, dengan membersihkan lingkungan masjid dan memastikan fasilitas ibadah siap digunakan masyarakat. Aktivitas lintas agama di masjid tersebut memperkuat pesan bahwa ruang ibadah menjadi simbol persatuan, bukan pemisah.

Penyuluh Agama Islam Erinto Sumardi menegaskan bahwa kegiatan BERDAMAI memiliki dampak langsung bagi masyarakat. “Masyarakat melihat langsung teladan kebersamaan. Pesan damai menjadi lebih kuat ketika ditunjukkan melalui tindakan,” ungkap Erinto Sumardi.

Senada dengan hal tersebut, Penyuluh Agama Katolik Agustina menilai kegiatan ini memperluas ruang dialog sosial. “Kerja bersama seperti ini membangun kepercayaan dan rasa aman antarumat beragama, terutama menjelang hari besar keagamaan,” kata Agustina.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi mendorong KUA Kecamatan Menukung menjadikan BERDAMAI sebagai praktik berkelanjutan, bukan kegiatan insidental. Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan BERDAMAI, KUA Kecamatan Menukung menghadirkan dampak nyata berupa lingkungan rumah ibadah yang bersih, hubungan sosial yang lebih erat, serta pesan damai yang terasa langsung oleh warga.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Menukung menunjukkan bahwa toleransi dapat dirawat melalui kerja bersama dan keteladanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *