Cinta Kekinian dan Moderasi Beragama: Refleksi dalam Podcast SINIMAN

Melawi (Kemenag Kalbar) — Podcast SINIMAN kembali hadir dengan menghadirkan narasumber H. Fazli Aminuddin, dalam episode bertema “Menyatukan Perbedaan dalam Cinta Kekinian”. Episode ini dipandu oleh Saparwandi dan mengupas bagaimana masyarakat modern dapat merawat keberagaman di tengah derasnya arus digital.

Dalam penyampaiannya, H. Fazli Aminuddin menegaskan bahwa media sosial telah menjadi “makanan sehari-hari” bagi masyarakat modern. Meski menghadirkan kemudahan berkomunikasi, media sosial juga membawa potensi dampak negatif apabila tidak disikapi dengan bijak.
“Kita sering terlalu cepat berkomentar tanpa memahami konten secara utuh. Karenanya, kita memerlukan sikap rendah hati digital,” ujarnya.

Rendah hati digital, menurutnya, merupakan kemampuan untuk menahan diri, memahami informasi dengan utuh, dan menjaga adab dalam ruang maya. Sikap ini bukan hanya etika bermedia sosial, tetapi juga wujud cinta terhadap keberagaman di era kekinian.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa spirit moderasi beragama — salam, senyum, dan sapa — adalah modal penting dalam menciptakan interaksi yang harmonis. Moderasi tidak hanya menjadi konsep, tetapi harus dipraktikkan dalam keseharian, baik secara langsung maupun dalam ruang digital.

Di akhir dialog, H. Fazli Aminuddin menegaskan bahwa toleransi saja tidak cukup untuk menyatukan perbedaan.


“Di atas toleransi ada kolaborasi, dan lebih tinggi dari itu ada integrasi. Integrasi adalah harmoni ketika perbedaan tidak sekadar diterima, tetapi dirayakan bersama,” jelasnya.

Episode ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi digital, agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial serta terus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *