Jelang Idul Adha 1447 H, JULEHA Melawi Edukasi Teknik Penyembelihan Kurban yang Ihsan dan Sesuai Syariat Melalui Podcast Si Niman

Screenshot

Melawi (Kemenag Melawi) — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, edukasi mengenai teknik penyembelihan hewan kurban yang benar dan sesuai syariat Islam kembali menjadi perhatian masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ali Anshori, anggota Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Melawi, saat menjadi narasumber podcast di Ruang Podcast Si Niman Kemenag Melawi pada Selasa (12/5/2026).

Podcast bertema “Teknik Penyembelihan Sapi Kurban yang Benar dan Ihsan” tersebut dipandu oleh host Abdurrahman Assayuthi. Dalam kesempatan itu, Ali Anshori menegaskan bahwa penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan syariat, tetapi juga mengandung nilai adab dan kasih sayang terhadap hewan.

“Ihsan dalam penyembelihan berarti melakukan proses penyembelihan dengan sebaik-baiknya serta meminimalkan penderitaan hewan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami syarat hewan kurban yang layak, seperti sehat, tidak pincang, tidak terlalu kurus, aktif bergerak, serta tidak memiliki cacat fisik yang berat. Selain itu, usia hewan juga harus memenuhi ketentuan syariat.

Ali Anshori turut menyoroti pentingnya kompetensi seorang penyembelih hewan kurban. Menurutnya, penyembelih harus beragama Islam, memahami tata cara penyembelihan yang benar, membaca basmalah, serta memiliki kemampuan teknik penyembelihan yang baik.

Ia menyebutkan, beberapa kesalahan yang masih sering terjadi di lapangan antara lain penggunaan pisau yang kurang tajam, gerakan penyembelihan yang ragu-ragu, hingga memotong bagian tubuh hewan sebelum hewan benar-benar mati. Tindakan tersebut dinilai dapat menambah penderitaan hewan dan bertentangan dengan prinsip ihsan dalam Islam.

Selain itu, Ali mengingatkan bahwa sebelum proses penyembelihan dilakukan, hewan harus diperlakukan dengan lembut dan tidak boleh dipukul ataupun diseret secara kasar. Lingkungan sekitar hewan juga perlu dibuat tenang agar hewan tidak mengalami stres.

Dalam teknik penyembelihan, ia menjelaskan bahwa saluran napas, saluran makan, serta dua pembuluh darah utama di leher harus terputus agar penyembelihan dinyatakan sah. Proses penyembelihan juga harus dilakukan dengan gerakan cepat, mantap, dan tegas menggunakan pisau yang benar-benar tajam.

“Setelah penyembelihan, hewan harus dibiarkan hingga benar-benar mati sebelum proses pemotongan tubuh dilakukan. Ini merupakan bagian dari adab dan bentuk kasih sayang terhadap hewan,” jelasnya.

Melalui podcast tersebut, Ali Anshori berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat, profesional, serta mengedepankan nilai ihsan dalam Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *