Menggali Literasi dan Kreativitas: Siswa MAN Melawi Latihan Menulis Cerpen dari Kisah Sehari-hari

Melawi, (Kemenag Kalbar) – Suasana kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Melawi pada hari Rabu, 19 November 2025, tampak dipenuhi konsentrasi. Puluhan peserta didik MAN Melawi tengah asyik menorehkan cerita dan gagasan mereka dalam sebuah kegiatan praktik menulis cerpen yang intensif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari materi Bab 3: Menggali Sejarah Bangsa melalui Cerita Pendek dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Para siswa diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan menulis fiksi.

Misnawati, Guru Bahasa Indonesia yang mengampu mata pelajaran ini, menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk menghubungkan materi pelajaran dengan realitas sehari-hari siswa. “Para peserta didik diminta untuk merancang dan menuliskan cerita pendek berdasarkan kejadian sehari-hari, baik yang dialami sendiri maupun oleh orang lain,” ujar Misnawati. “Mereka harus memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen, mulai dari tokoh, latar, alur, hingga amanat, agar hasil tulisannya kuat dan menarik.”

Dorong Budaya Literasi Lewat Pembukuan
Lebih lanjut, Misnawati mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki tindak lanjut yang ambisius. Tugas yang dikumpulkan siswa melalui aplikasi pesan (WhatsApp) akan diseleksi dan diedit secara ketat.

“Bila hasil tulisan siswa bagus dan memenuhi kriteria, maka akan kami edit, kemudian di-layout untuk dibukukan,” jelas Misnawati.

Langkah ini diambil dengan tujuan mulia, yaitu menumbuhkan budaya literasi yang kuat di kalangan siswa. Selain itu, pembukuan karya juga diharapkan dapat memotivasi siswa agar memiliki karya sebagai media belajar di masa depan, serta mengasah kemampuan mereka untuk terus kreatif, aktif, dan produktif dalam menuangkan ide dan gagasan.

Melalui kegiatan seperti ini, MAN Melawi berkomitmen untuk tidak hanya mencetak siswa berprestasi akademik, tetapi juga siswa yang memiliki karya, sejalan dengan visi menjadikan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia. Inisiatif ini membuktikan bahwa siswa turut serta aktif dalam pengembangan dan kemajuan madrasah. (Misna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *