Melawi (Kemenag Kalbar)– Majelis Riyadul Jannah kembali mengadakan kegiatan kajian rutin dengan menghadirkan Tarhibatul Abror sebagai narasumber pada Selasa, 18 November 2025 di Desa Tanjung Sari. Kegiatan yang dihadiri sekitar 80–100 jamaah ini mengangkat tema “Proses Keluarnya Ruh”, sebuah kajian yang memberikan pemahaman mendalam tentang fase-fase akhir perjalanan hidup manusia.
Dalam penyampaiannya, Tarhibatul Abror membahas bagaimana kondisi seseorang setelah meninggal dunia serta pentingnya doa dari keluarga dan sahabat bagi mayit. Ia mengutip hadis yang menggambarkan keadaan mayit yang sangat mengharapkan doa dari orang-orang terdekatnya:
“Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan. Ia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang tepercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya, maka itu lebih ia sukai daripada dunia dan segala isinya.”
Ia juga menyampaikan bahwa mayit mengharapkan doa serta ziarah dari orang yang masih hidup. Hal ini dijelaskan dalam teks berikut:ِ
“Mayit memperhatikan siapa yang mendatanginya, mendoakannya, dan bersedih atas kepergiannya.”
Melalui kajian ini, Tarhibatul Abror menekankan pentingnya memperbanyak doa bagi orang tua, keluarga, dan sahabat yang telah wafat sebagai bentuk bakti yang tidak terputus.
Kegiatan Majelis Riyadul Jannah di Desa Tanjung Sari ini mendapat respons positif dari jamaah. Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi dan penguatan spiritual masyarakat.
Majelis berharap kajian seperti ini dapat terus berlangsung secara rutin untuk meningkatkan wawasan keislaman dan kesadaran umat terhadap pentingnya amal, doa, dan persiapan menghadapi kehidupan akhirat.
