Penyuluh Agama Kristen KUA Sayan Hadiri Seminar Kepemudaan Retreat Pemuda-Pemudi GKII Rehobot Landau Sadak, Perkuat Pembinaan Generasi Muda Kristen

Melawi (Kemenag Melawi) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sayan, Sarpina, menghadiri seminar kepemudaan dalam rangkaian Retreat Pemuda-Pemudi GKII Rehobot Landau Sadak yang diselenggarakan pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda Kristen agar memiliki karakter yang kuat, beriman, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Seminar mengangkat tema “Manusia Itu Spesial (Anak Muda Itu Spesial)” dengan menghadirkan Pendeta Dave Gerrard Que sebagai pembicara. Melalui penyampaian materi, para peserta diajak untuk memahami bahwa setiap pribadi memiliki nilai, potensi, dan tujuan hidup yang telah Tuhan rancang, sehingga perlu dikembangkan melalui kehidupan yang berlandaskan iman dan nilai-nilai Kristiani.

Sarpina menyampaikan bahwa seminar kepemudaan seperti ini menjadi sarana yang efektif dalam membangun kesadaran generasi muda akan jati diri dan tanggung jawabnya sebagai penerus gereja maupun bangsa. Menurutnya, pembinaan yang diberikan sejak dini akan membentuk karakter pemuda yang tangguh, berintegritas, serta mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selain menjadi wadah pendalaman rohani, seminar juga memberikan ruang bagi para peserta untuk memperluas wawasan, membangun relasi yang positif, serta memperkuat semangat pelayanan. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya komitmen generasi muda Kristen untuk terus bertumbuh dalam iman dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Keikutsertaan Penyuluh Agama Kristen KUA Kecamatan Sayan dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan Kementerian Agama Kabupaten Melawi terhadap pembinaan generasi muda melalui kolaborasi dengan gereja. Diharapkan, kegiatan ini mampu melahirkan pemuda Kristen yang percaya diri, berkarakter, serta mampu menjadi agen perdamaian dan teladan dalam mewujudkan kehidupan yang rukun, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *