Melawi (Kemenag Melawi) — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Gabriel Salim, menjadi narasumber dalam kegiatan Rekoleksi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Santo Stefanus Manggala yang berlangsung di Rumah Betang Apang Aloy Bemban Pengersit, Kecamatan Pinoh Selatan, Sabtu (27/06/2026).
Rekoleksi yang mengusung tema “WKRI Berdaya dalam Hukum dan Pelopor Hidup Sehat” tersebut diikuti oleh puluhan anggota WKRI dari berbagai ranting. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas perempuan Katolik dalam memahami aspek hukum sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan keluarga dan pencegahan stunting.
Dalam pemaparannya, Gabriel Salim menegaskan bahwa WKRI memiliki peran strategis sebagai organisasi perempuan Katolik dalam memperjuangkan kesetaraan gender serta memberikan edukasi dan pendampingan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, pemahaman hukum menjadi bekal penting agar perempuan mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.
“WKRI harus berdaya dalam hukum. Bukan hanya memahami aturan, tetapi juga berani menjadi pelopor edukasi dan memberikan pendampingan kepada perempuan yang mengalami ketidakadilan. Perempuan yang memahami hak-haknya akan menjadi kekuatan dalam membangun keluarga dan masyarakat yang lebih baik,” ujar Gabriel Salim.
Ia menjelaskan bahwa peran tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan literasi hukum, pemahaman terhadap hak-hak perempuan, serta sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Selain membahas aspek hukum, Gabriel Salim juga mengangkat isu kesehatan, khususnya pencegahan stunting dan pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia mengajak seluruh anggota WKRI menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai pola asuh yang baik, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya membangun keluarga yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.
“Menjadi pelopor hidup sehat bukan sekadar slogan. WKRI diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk memahami pentingnya gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan sebagai investasi bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.
Kegiatan rekoleksi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan antusiasme. Selain mengikuti pemaparan materi, peserta juga terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam mengimplementasikan materi yang diperoleh di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Melawi terus mendorong sinergi dengan organisasi keagamaan dalam memperkuat pemberdayaan perempuan, meningkatkan kesadaran hukum, serta mendukung upaya pemerintah dalam membangun keluarga sehat dan berkualitas. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan perempuan-perempuan yang berdaya, berintegritas, dan menjadi pelopor perubahan positif di tengah masyarakat.
