Tanamkan Nilai Moderasi Beragama Sejak Dini, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Melawi Isi Materi MPLS di SMTK Bintang Terang Ranu

Melawi (Kemenag Melawi) – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Sri Sumarni, memberikan materi tentang Moderasi Beragama dalam rangka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMTK Bintang Terang Ranu, Rabu (15/7). Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di gedung SMTK Bintang Terang dan diikuti oleh para peserta didik baru dengan penuh antusias.

Penyampaian materi moderasi beragama menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian MPLS sebagai upaya membentuk karakter peserta didik sejak dini. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk memahami pentingnya hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman suku, budaya, maupun agama yang ada di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Sri Sumarni menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan mengajarkan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, setiap pemeluk agama memiliki hak yang sama untuk menjalankan keyakinannya, sehingga sikap toleransi perlu ditanamkan sejak usia sekolah.

“Generasi muda adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, mereka perlu dibekali dengan pemahaman yang benar tentang moderasi beragama agar mampu menjadi pribadi yang menghargai perbedaan, menjaga persatuan, serta menjadi pembawa damai di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ungkap Sri Sumarni.

Ia juga mengajak para siswa untuk menghindari sikap intoleransi, perundungan, maupun tindakan yang dapat memicu perpecahan. Sebaliknya, para pelajar diharapkan mampu membangun persahabatan tanpa membedakan latar belakang serta mengembangkan semangat gotong royong dan saling peduli.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang interaktif. Para siswa terlihat aktif mengikuti materi dan memberikan tanggapan terhadap berbagai contoh penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Melalui diskusi tersebut, para peserta semakin memahami bahwa menghargai perbedaan merupakan salah satu wujud pengamalan nilai-nilai keagamaan yang membawa kedamaian.

Pihak SMTK Bintang Terang Ranu menyambut baik penyampaian materi tersebut. Sekolah berharap pembekalan mengenai moderasi beragama dapat menjadi fondasi yang kuat bagi peserta didik baru dalam membangun karakter yang berakhlak mulia, toleran, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memiliki semangat belajar yang tinggi, tetapi juga mampu menjadi generasi yang menjaga kerukunan, menghormati sesama, serta berperan aktif dalam memperkuat persatuan bangsa. Penanaman nilai-nilai moderasi beragama sejak dini menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap hidup harmonis di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *