Melawi (Kemenag Melawi) – Rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MTs Negeri 1 Melawi ditutup dengan pembekalan terakhir bertema “Madrasah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan” yang disampaikan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Surbaini, pada Kamis, (16/07/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh murid baru kelas VII tersebut menjadi penguatan akhir sebelum peserta didik memulai proses pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027 dengan menanamkan budaya saling menghormati, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan madrasah.
Dalam penyampaiannya, Surbaini menegaskan bahwa terwujudnya madrasah yang aman dan nyaman bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, melainkan komitmen seluruh warga madrasah. Materi yang diberikan menitikberatkan pada pencegahan perundungan, penguatan karakter, kepatuhan terhadap tata tertib, serta pentingnya membangun komunikasi yang santun dan saling menghargai antarsesama warga madrasah sebagai bagian dari budaya belajar yang sehat.
“Madrasah yang aman, nyaman, dan menyenangkan tidak lahir begitu saja. Semua harus berperan aktif menjaga sikap, menghormati perbedaan, menjauhi perundungan, serta menciptakan suasana belajar yang membuat setiap murid merasa diterima dan berkembang. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga sejak hari pertama berada di MTs Negeri 1 Melawi,” ujar Surbaini.
Pembekalan tersebut selaras dengan komitmen MTs Negeri 1 Melawi dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan berkarakter. Melalui MATAMUDA, peserta didik baru tidak hanya dikenalkan pada lingkungan fisik madrasah, tetapi juga dibimbing memahami budaya, nilai, serta tanggung jawab sebagai warga madrasah yang menjunjung tinggi kedisiplinan, toleransi, dan semangat kebersamaan.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian MATAMUDA, para murid baru diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat, membangun hubungan yang positif dengan guru maupun teman sebaya, serta menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan siap menjaga MTs Negeri 1 Melawi sebagai madrasah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga madrasah maupun masyarakat.
