Melawi (Kemenag Melawi) – Pengawas Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Igas, menghadiri pembukaan kegiatan Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-III Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Kalimantan Barat.
Kehadiran Igas dalam acara tersebut adalah untuk mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Melawi.Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di GKII Bukit Baithani Mekar Pelita, Desa Nanga Kasai, pada Senin (22/6/2026).
Konferensi wilayah ini merupakan agenda strategis organisasi keagamaan dalam rangka mengevaluasi program kerja, merumuskan rencana strategis ke depan, serta mempererat tali persekutuan antarjemaat dan pengurus di tingkat wilayah.
Pembukaan Konferwil ke-III GKII Wilayah II Kalimantan Barat ini mendapat perhatian besar dari berbagai pihak. Acara ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Melawi, perwakilan Sekretaris Umum, serta jajaran pengurus Badan Pengurus Daerah (BPD) GKII dari berbagai wilayah, antara lain BPD GKII Kayan, Sintang Satu, Sintang Dua, Belimbing Raya, Melawi Hilir, Melawi Hulu, dan Tanah Pinoh.
Berdasarkan laporan panitia penyelenggara, agenda besar ini diikuti oleh kurang lebih 200 peserta. Jumlah tersebut mencakup para utusan resmi dari berbagai daerah, tamu undangan, serta jemaat lokal GKII Bukit Baithani Mekar Pelita yang ikut menyukseskan jalannya acara.
Dalam kesempatan terpisah, Igas menyampaikan apresiasi yang tinggi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi atas terselenggaranya konferensi ini. Kehadiran Kemenag merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pembinaan umat beragama serta memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah daerah.
“Kami berharap melalui Konferensi Wilayah ke-III ini, GKII Wilayah II Kalimantan Barat dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemajuan bagi pelayanan gereja serta terus berkontribusi positif dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Melawi,” ujar Igas.
Senada dengan hal tersebut, kehadiran Bupati Melawi beserta jajaran kepala daerah dan tokoh gereja lainnya menegaskan pentingnya kolaborasi antara ummat dan umara (pemerintah) demi terciptanya harmonisasi sosial dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Konferensi ini dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan agenda persidangan yang padat dan terarah.
