Melawi (Kemenag Melawi) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pinoh Utara, Muhd. Sukarno, menghadiri kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam di Masjid Al-Istiqomah, Desa Tanjung Tengang, Kamis (25/06/2026).
Mengusung tema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, inklusivitas, dan semangat berbagi di bulan Muharram.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, jajaran pejabat dan pegawai Kementerian Agama, kepala KUA se-Kabupaten Melawi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, para donatur, serta puluhan anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat.
Muhd. Sukarno menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, dan berbagai pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian kepada anak yatim dan penyandang disabilitas merupakan implementasi nyata ajaran Islam yang menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
“Momentum Muharram mengajarkan kita untuk memperbanyak amal kebaikan dan berbagi dengan sesama, terutama kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Muhd. Sukarno.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari para tokoh, pemberian motivasi kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, serta penyaluran 54 paket peralatan sekolah dan uang saku kepada para penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Kehadiran Kepala KUA Kecamatan Pinoh Utara dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program-program sosial keagamaan yang diinisiasi Kementerian Agama. Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan nilai-nilai kepedulian, persaudaraan, dan inklusivitas terus tumbuh sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
