Melawi (Kemenag Melawi) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pinoh Selatan, Darwisno, memperingati hari kelahirannya dengan melakukan penanaman bibit pohon di lingkungan KUA Pinoh Selatan, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur atas bertambahnya usia sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Berbeda dengan perayaan pada umumnya, Darwisno memilih mengisi momen istimewa tersebut dengan aksi nyata yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dalam jangka panjang. Penanaman bibit pohon dilakukan bersama jajaran pegawai KUA Pinoh Selatan sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian alam.
Darwisno mengatakan bahwa bertambahnya usia hendaknya menjadi pengingat untuk terus meningkatkan amal saleh dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Menurutnya, menanam pohon merupakan salah satu bentuk sedekah yang manfaatnya akan terus mengalir selama pohon tersebut tumbuh dan memberi kehidupan.
“Momentum ulang tahun menjadi pengingat bagi saya untuk terus bersyukur kepada Allah SWT. Rasa syukur itu tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa manfaat. Semoga bibit yang ditanam hari ini tumbuh dengan baik dan menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai ajaran Islam yang mengajarkan umatnya untuk memakmurkan bumi serta tidak melakukan kerusakan. Oleh karena itu, budaya menanam pohon perlu terus ditumbuhkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga ciptaan Allah SWT.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Pinoh Selatan berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk menjadikan setiap momentum kehidupan sebagai sarana menebarkan kebaikan. Langkah sederhana seperti menanam pohon diyakini akan memberikan manfaat besar bagi generasi yang akan datang sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang hijau, sehat, dan lestari.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata, sehingga moderasi beragama tidak hanya tercermin dalam hubungan antarsesama manusia, tetapi juga dalam tanggung jawab menjaga kelestarian alam sebagai amanah dari Allah SWT.
