
Melawi – Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Melawi melakukan koordinasi dengan Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi terkait persiapan keberangkatan kontingen Kabupaten Melawi yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Barat pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026.
Koordinasi tersebut membahas berbagai aspek persiapan, mulai dari kesiapan peserta, jadwal keberangkatan, kebutuhan teknis kontingen, hingga pelaksanaan Ibadah Ucapan Syukur dan Pelepasan Kontingen sebelum bertolak ke Manokwari.
Kabupaten Melawi mendapat kehormatan untuk mewakili Provinsi Kalimantan Barat pada dua kategori lomba, yaitu Vokal Grup dan Musik Gerejawi Nusantara. Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan secara matang agar mampu memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Pengurus LPPD Kabupaten Melawi menyampaikan perkembangan persiapan yang telah dilakukan, termasuk proses latihan yang terus diintensifkan oleh para pelatih dan pendamping. Selain itu, dibahas pula rencana pelaksanaan Ibadah Ucapan Syukur dan Pelepasan Kontingen sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan sekaligus dukungan moral dan spiritual bagi seluruh peserta.
Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi menyampaikan apresiasi atas kerja keras Pengurus LPPD, para pelatih, pendamping, gereja-gereja, serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam mempersiapkan kontingen Kabupaten Melawi.
Menurutnya, PESPARAWI bukan sekadar ajang kompetisi seni suara gerejawi, tetapi juga merupakan sarana pembinaan iman, pengembangan talenta, serta wadah memperkuat persaudaraan umat Kristen.
“Sebagai unsur pembina kehidupan keagamaan Kristen, Kementerian Agama memiliki fungsi pembinaan, koordinasi, dan fasilitasi. Karena itu kami mendukung sepenuhnya upaya LPPD dalam mempersiapkan kontingen Melawi agar dapat mengikuti PESPARAWI Nasional dengan baik. Yang kita bawa bukan hanya kemampuan bernyanyi dan bermusik, tetapi juga nama baik daerah, gereja, dan nilai-nilai kekristenan yang tercermin dalam sikap, disiplin, serta karakter peserta,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa berbagai keterbatasan yang dihadapi dalam persiapan tidak boleh mengurangi semangat untuk memberikan yang terbaik.
“Keterbatasan bukan alasan untuk menurunkan kualitas persiapan. Justru melalui keterbatasan kita belajar membangun kerja sama, disiplin, dan ketergantungan kepada Tuhan. Keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, melainkan oleh kesungguhan, kerja keras, dan komitmen seluruh pihak yang terlibat,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus menjalankan fungsinya sebagai pembina dan mitra strategis dalam mendukung pengembangan PESPARAWI sebagai bagian dari pembinaan umat Kristen. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, LPPD, gereja-gereja, pelatih, dan peserta menjadi faktor penting dalam mencapai hasil yang optimal.
Melalui koordinasi yang terus dibangun dan persiapan yang semakin dimantapkan, diharapkan Kontingen Kabupaten Melawi dapat tampil maksimal pada PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 serta menjadi duta yang membawa kesaksian, prestasi, dan kebanggaan bagi Kalimantan Barat, sekaligus memuliakan nama Tuhan melalui talenta yang telah dipercayakan.
