Melawi (Kemenag Melawi) — Dalam rangka meningkatkan kompetensi digital dan mendukung transformasi teknologi di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia, Penyuluh Agama Kristen KUA Tanah Pinoh, Kusnani mengikuti kegiatan Pelatihan Learning Management System (LMS) IPARI pada Senin, 11 Mei 2026.
Kegiatan pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas penyuluh agama agar mampu memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan yang lebih efektif serta adaptif di era digital.
Pelatihan LMS IPARI bertujuan memberikan pemahaman kepada para penyuluh agama mengenai sistem pembelajaran berbasis digital yang dapat dimanfaatkan dalam menunjang tugas kepenyuluhan. Dalam kegiatan tersebut, peserta dibimbing mulai dari proses login aplikasi, pengenalan fitur-fitur LMS, tata cara mengunggah materi penyuluhan, hingga pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara daring.
Kusnani menyampaikan bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan penyuluh agama untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.
“Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan pemahaman baru tentang pemanfaatan LMS IPARI dalam menunjang tugas kepenyuluhan. Sistem ini sangat membantu agar penyampaian materi pembinaan kepada masyarakat menjadi lebih terstruktur, efektif, dan mudah diakses,” ujarnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan sinergi antarpenyuluh agama dalam mendukung program-program Kementerian Agama di bidang pembinaan umat.
Melalui kegiatan ini diharapkan para penyuluh agama semakin profesional, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman sehingga mampu memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas dengan memanfaatkan teknologi digital secara optimal.
