MAN Melawi Seleksi Qori dan Saritilawah untuk Perpisahan Kelas XII, Irfan Yazid Ditunjuk

Melawi (Kemenag Melawi) — Panitia Perpisahan Kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Melawi mulai mematangkan berbagai persiapan untuk acara pelepasan siswa yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei 2026.

Salah satu agenda utama yang dipersiapkan adalah seleksi qori dan saritilawah yang akan tampil pada pembukaan acara. Seleksi digelar di Musala MAN Melawi pada Rabu (30/4/2026) dan diikuti oleh 18 siswa kelas X dan XI yang mendaftar sebagai calon qori, qoriah, dan saritilawah.

Tim penilai terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam serta pembina ekstrakurikuler keagamaan. Guru Akidah Akhlak sekaligus koordinator bidang keagamaan acara perpisahan, Muhammad Sobirin, menjelaskan bahwa seleksi ini bertujuan menjaring siswa terbaik untuk mengisi momen sakral tersebut.

“Pembukaan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an akan memberikan kesan khidmat dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Adapun kriteria penilaian qori meliputi tajwid, fashahah, lagu, serta adab membaca Al-Qur’an. Sementara itu, saritilawah dinilai dari kejelasan artikulasi, intonasi, penghayatan makna, serta keserasian dengan qori. Setiap peserta diberi waktu 5 hingga 7 menit untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, Muhammad Sobirin menetapkan Irfan Yazid, siswa kelas XI IPA 2, sebagai qori utama pada acara perpisahan. Ia dinilai memiliki suara merdu, penguasaan lagu bayati dan shoba, serta tajwid yang sangat baik.

“Yazid ini memang rutin menjadi imam rawatib di musala dan merupakan alumni pondok pesantren. Bacaan dan mentalnya sudah teruji,” jelas Sobirin.

Untuk posisi saritilawah, panitia menunjuk Nurhaliza, siswi kelas X IIK 1, setelah menyisihkan tujuh kandidat lainnya. Ia dinilai mampu menyampaikan terjemahan ayat dengan pelafalan yang jelas dan penghayatan yang baik. Keduanya direncanakan akan membawakan Surah Ali Imran ayat 100 pada acara puncak.

Kepala MAN Melawi, Sugeng, mengapresiasi keseriusan panitia dalam mempersiapkan setiap detail kegiatan. Menurutnya, perpisahan bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum syiar dan pembinaan karakter Qur’ani bagi seluruh warga madrasah.

Selain tilawah, panitia juga menyiapkan berbagai penampilan lain, seperti hadrah, nasyid, dan pembacaan puisi oleh siswa kelas XII. Gladi bersih dijadwalkan pada 10 Mei 2026 di halaman MAN Melawi sebagai lokasi pelaksanaan acara.

Irfan Yazid mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan, meski mengaku sedikit gugup.
“Ini tanggung jawab besar karena akan tampil di hadapan orang tua dan tamu undangan. Mohon doanya agar lancar,” ungkapnya. Ia pun terus berlatih intensif setiap sore dengan bimbingan Muhammad Sobirin.

Ketua Panitia Perpisahan, Fithriani, menyampaikan bahwa tema kegiatan tahun ini adalah “Melangkah dengan Al-Qur’an, Menggapai Masa Depan.” Tema tersebut menegaskan pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam menatap masa depan.

Acara perpisahan Kelas XII MAN Melawi rencananya akan dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Melawi, komite madrasah, orang tua/wali siswa, serta tamu undangan dari SMA/MA se-Kecamatan Nanga Pinoh. Sebanyak 57 siswa dari dua kelas akan dilepas pada momen tersebut.

Dengan persiapan yang matang, pihak madrasah berharap acara perpisahan tahun 2026 dapat berlangsung khidmat, lancar, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. (Okta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *