Kemenag Melawi dan BPS Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dan Sosialisasi STIS

Melawi (Kemenag Melawi) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi menerima kunjungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Melawi pada Kamis (16/4/2026). Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi antara kedua instansi dalam mendukung program strategis nasional di daerah.

Kedatangan Kepala BPS Kabupaten Melawi, Abdul Rohman, beserta jajaran disambut langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Melawi, Anuar Akhmad, di ruang kerjanya. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rohman menyampaikan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026. Sensus ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi masyarakat secara menyeluruh, termasuk pada lingkup keluarga, tidak terkecuali keluarga besar Kementerian Agama di Kabupaten Melawi.

Selain itu, BPS juga berencana melakukan sosialisasi terkait Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta. Program ini diharapkan dapat membuka wawasan generasi muda terhadap peluang pendidikan di bidang statistik serta mendorong minat mereka untuk melanjutkan studi di institusi tersebut.

Lebih lanjut, Abdul Rohman juga meminta dukungan dari Kemenag Melawi dalam mendata serta mengidentifikasi lembaga keagamaan seperti madrasah, pondok pesantren, maupun organisasi keagamaan yang memiliki unit usaha atau potensi ekonomi. Hal ini dinilai penting untuk menyukseskan pelaksanaan sensus ekonomi secara komprehensif di wilayah Melawi.

Sebagai tindak lanjut, pihak BPS berencana kembali berkunjung ke Kantor Kemenag Melawi untuk mengundang perwakilan dari madrasah, pondok pesantren, serta organisasi keagamaan yang memiliki potensi ekonomi, guna diberikan pemahaman lebih lanjut terkait pelaksanaan sensus ekonomi 2026.

Kepala Kantor Kemenag Melawi, Anuar Akhmad, menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung program BPS, khususnya dalam menjangkau lembaga-lembaga binaan Kementerian Agama.

“Sinergi ini sangat penting, terutama dalam menghadirkan data yang akurat dan komprehensif terkait potensi ekonomi masyarakat, termasuk dari lembaga keagamaan. Kami siap mendukung dan memfasilitasi koordinasi dengan madrasah, pondok pesantren, serta organisasi keagamaan di Melawi,” ujar Anuar Akhmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *