Melawi (Kemenag Melawi) — Bimbingan penyuluhan keagamaan oleh Penyuluh Agama Kristen, Sarpina, dilaksanakan pada Jumat (20/2) pukul 09.00 WIB di Nanga Ipuh. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan gereja ini mengangkat tema “Tanggung Jawab Gereja bagi Jiwa-Jiwa yang Terhilang.”
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jemaat dan pengurus gereja yang mengikuti penyuluhan dengan penuh antusias. Dalam penyampaiannya, Sarpina menekankan bahwa gereja memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan iman, penguatan moral, dan pelayanan kasih kepada sesama.
Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab gereja mencakup upaya aktif menjangkau umat yang mulai menjauh dari kehidupan rohani, memberikan pendampingan, serta menghadirkan nilai-nilai kasih, pengharapan, dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari.
“Gereja dipanggil untuk hadir di tengah masyarakat, menjadi terang dan garam, serta merangkul setiap pribadi tanpa membeda-bedakan,” ungkapnya dalam penyuluhan tersebut.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif bersama jemaat. Melalui sesi tanya jawab, peserta diajak merefleksikan peran masing-masing dalam mendukung pelayanan gereja, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan bergereja.
Bimbingan penyuluhan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi penyuluh agama dalam memberikan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, guna meningkatkan pemahaman iman serta memperkuat kerukunan dan kehidupan spiritual umat di Kabupaten Melawi.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan gereja semakin berperan aktif dalam membangun umat yang memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan semangat pelayanan, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
