Gerakan Gemar Subuh Berjamaah Jadi Perekat Umat dan Ormas di Melawi

Melawi (Kemenag Melawi) — Gerakan Gemar Subuh Berjamaah kembali menjadi ruang pemersatu umat dan lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Melawi. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Muhsinin pada Rabu subuh, 11 Februari 2026, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Kegiatan ini dipandu oleh Arwan selaku moderator, dengan menghadirkan Ali Wafa sebagai penceramah. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Melawi, serta perwakilan ormas Islam dan kemasyarakatan se-Kabupaten Melawi.

Gerakan Gemar Subuh Berjamaah tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan ibadah, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi lintas ormas dalam semangat memakmurkan masjid. Jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak shalat subuh berjamaah hingga penyampaian tausiah.

Dalam tausiahnya, Ali Wafa menekankan pentingnya menanamkan dan mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa kekuatan umat Islam terletak pada kesungguhan menjaga shalat fardhu serta menghidupkan shalat-shalat sunnah yang diajarkan Nabi.

Salah satu yang ditekankan adalah keutamaan sholat sunnah qobliyah subuh. Ali Wafa menyampaikan bahwa sholat sunnah dua rakaat sebelum subuh memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa dua rakaat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.

Selain itu, ia juga mengajak jamaah untuk membiasakan sunnah Nabi lainnya, seperti bersiwak sebelum shalat, yang tidak hanya bernilai ibadah tetapi juga menjaga kebersihan dan kesempurnaan shalat. Menurutnya, mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW adalah wujud kecintaan umat kepada Nabi sekaligus jalan memperbaiki kualitas ibadah.

Kehadiran Kementerian Agama Kabupaten Melawi dan MUI Kabupaten Melawi dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan keagamaan yang menyejukkan, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan umat. Gerakan Gemar Subuh Berjamaah dinilai mampu menjadi perekat umat serta memperkuat persatuan lintas ormas di Kabupaten Melawi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masjid semakin hidup dan berfungsi sebagai pusat ibadah, dakwah, serta pembinaan karakter umat. Gerakan Gemar Subuh Berjamaah juga diharapkan terus berlanjut dan menjadi budaya positif di tengah masyarakat Kabupaten Melawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *