Melawi (Kemenag Kalbar) — Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Shinta Ismiawati, sukses menyelesaikan Seminar Laporan Aktualisasi dengan menghadirkan inovasi pembelajaran berupa E-Modul Bahasa Inggris berlandaskan Paradigma Kurikulum Berbasis Cinta sebagai sumber belajar untuk siswa kelas XI MAN Melawi. Inovasi ini diwujudkan melalui pengembangan buku digital “English with Heart”, yang dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih humanis, aplikatif, dan bermuatan nilai karakter.
Gagasan pengembangan modul ini berangkat dari kebutuhan akan bahan ajar Bahasa Inggris yang tidak hanya komprehensif secara akademik, tetapi juga kontekstual dengan karakteristik pendidikan di madrasah. Sebagai lembaga pendidikan berciri khas Islam, madrasah memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritual. Hal ini sejalan dengan ASTA Protas Kemenag yang digagas Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, khususnya pada program peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan. Dari sinilah lahir konsep Kurikulum Berbasis Cinta, yang menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, alam, dan bangsa sejak dini.
Modul “English with Heart” dikembangkan sebagai bentuk penerjemahan konsep tersebut ke dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Materi dirancang untuk meningkatkan kemampuan receptive skills (listening & reading) dan productive skills (speaking & writing) dengan menyajikan beragam aktivitas seperti teks, video, permainan edukatif, crossword puzzles, wordwall, hingga educaplay. Seluruh aktivitas ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa — visual, audiovisuial, hingga kinestetik. Topik yang dipilih pun mengandung nilai-nilai cinta, empati, dan kepedulian sosial sehingga berdampak pada pembentukan karakter dan sensitivitas moral peserta didik.
Dalam proses penyusunan, Shinta mengintegrasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dan SMART ASN, seperti berorientasi pelayanan melalui penyediaan sumber belajar yang mudah diakses; kompeten dalam penguasaan teknologi dan pedagogi; adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran digital; harmonis melalui kolaborasi dengan guru dan madrasah; serta akuntabel dalam penyusunan modul dan evaluasi pembelajaran.
Pelaksanaan aktualisasi tidak hanya menghasilkan modul digital yang inovatif, tetapi juga memberi manfaat luas bagi instansi, stakeholder, dan masyarakat. E-Modul ini memperkuat citra MAN Melawi sebagai madrasah yang progresif, kreatif, dan selaras dengan arah transformasi pendidikan berbasis digital yang dicanangkan Kementerian Agama. Selain menjadi sumber belajar yang menarik dan mudah digunakan, modul ini juga menjadi mitra strategis bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan berkarakter.
Secara keseluruhan, inovasi yang digagas Shinta Ismiawati melalui pengembangan E-Modul Berbasis Cinta menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan yang humanis, modern, dan penuh nilai kasih di lingkungan MAN Melawi.
