Profesional Tanpa Kompromi! Lima Wasit Eksternal Kawal Pertandingan Class Meeting Arrived 5 di MTs Negeri 1 Melawi

Melawi (Kemenag Kalbar) – Selasa, (9/12), pelaksanaan Class Meeting Arrived 5 MTs Negeri 1 Melawi sampai hari ketiga ini diwarnai langkah tegas panitia dengan menghadirkan lima wasit dari luar madrasah. Para wasit tersebut Sugandi, Armasnyah, Muhammad Hafiz, Syabbahrul, dan Sigit Purwanto ditugaskan untuk memastikan seluruh pertandingan (Futsal, Voly,Catur,Tenis Meja, Bulu Tangkis, E-Sport) berlangsung profesional tanpa keberpihakan antarkelas, dibidang perlombaan juga akan di ambil Juri/Dewan Hakim dari Luar Madrasah seperti juri Nyanyi Solo, Puisi, Master Of Ceremony, Syarhil Qur’an dan Khottil Qur’an. Kehadiran mereka menjadi strategi penting untuk menjaga integritas kompetisi.

Ketua panitia, Sunan Jerwalet, menyampaikan bahwa keputusan mendatangkan wasit eksternal merupakan upaya menjaga mutu dan kredibilitas pertandingan. “Sunan ingin semua kelas merasa dihargai. Dengan wasit luar, tidak ada ruang buat prasangka atau konflik antar siswa,” ujar Sunan pada sesi pembukaan pertandingan. Ia menekankan bahwa kualitas kompetisi hanya akan terlihat jika pengadil lapangan bersikap netral.


Kepala MTsN 1 Melawi, Fakhrudin, turut memberikan apresiasi atas kesiapan tim wasit yang bekerja sepanjang hari pagi dan sore hari. “Fakhrudin melihat kehadiran wasit luar membuat suasana pertandingan lebih tertib. Ini penting agar Class Meeting bukan sekadar hiburan, tetapi juga latihan sportivitas,” terang Fakhrudin. Menurutnya, profesionalitas dalam pertandingan juga mencerminkan karakter siswa yang ingin dibangun madrasah.

Kehadiran lima wasit eksternal ini mendapat respons positif dari para peserta. Mereka merasakan pertandingan berlangsung jauh lebih adil, terukur, dan bebas intervensi. Dampaknya tidak hanya pada kualitas perlombaan, tetapi juga pada terciptanya lingkungan kompetisi yang sehat dan harmonis di tengah siswa. Dengan model pengelolaan seperti ini, Class Meeting Arrived 5 menjadi contoh bagaimana kegiatan internal sekolah dapat naik level tanpa kehilangan nilai edukatifnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *