Melawi (Kemenag Kalbar) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Anuar Akhmad, memberikan penguatan kepada pengurus Pokja Majelis Taklim Kabupaten Melawi yang baru dikukuhkan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa tugas dakwah saat ini semakin berat dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Menurutnya, keberadaan Pokja Majelis Taklim memiliki peran strategis sebagai wadah yang dapat mengakomodasi berbagai unsur masyarakat dalam menjalankan dakwah yang sejuk dan mencerahkan.
“Dakwah saat ini semakin berat. Karena itu dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Pokja ini kita harapkan mampu mengakomodir semua kalangan dan menjadi ruang bersama untuk memperkuat syiar Islam,” ujarnya.
Anuar Akhmad juga menyoroti tantangan yang dihadapi para guru di era sekarang. Ia menyebutkan bahwa tidak sedikit guru yang akhirnya berhadapan dengan persoalan hukum, meski niat awal mereka adalah mendidik.
“Saat ini yang paling berat adalah guru. Sudah banyak guru yang berhadapan dengan hukum, padahal niatnya mendidik. Kondisi anak sekarang sangat berbeda dengan dulu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa perubahan zaman, meningkatnya arus informasi, serta cepatnya interaksi sosial menjadi faktor yang memperbesar potensi kesalahpahaman, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Dalam konteks itulah, Anuar menegaskan pentingnya peran Pokja Majelis Taklim sebagai wadah penguat persaudaraan, ruang dialog, dan tempat meneguhkan ajaran Islam yang moderat dan penuh kesejukan.
“Meningkatnya arus informasi dan gesekan sosial membuat potensi salah paham semakin besar. Karena itu kita memerlukan wadah yang mampu memperkuat persaudaraan dan menjadi peneguh ajaran Islam yang moderat,” tambahnya.
Ia berharap Pokja Majelis Taklim Kabupaten Melawi dapat aktif, hidup, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembinaan keagamaan, pembinaan keluarga, serta kegiatan sosial keagamaan lainnya.
Dengan terbentuknya Pokja ini, Kantor Kemenag Melawi optimis bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, guru, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam menghadirkan dakwah yang damai, bijak, dan sesuai tuntunan moderasi beragama.
