Melawi (Kemenag Kalbar) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi mengirimkan satu peserta untuk mengikuti kegiatan Pembinaan Admin E-MTQ Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Orchadz Gajahmada Pontianak pada Selasa–Rabu, 18–19 November 2025 itu diikuti oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Kemenag Melawi diwakili oleh Penyuluh Agama Islam Seksi Haji dan Bimas Islam, Muhd. Sukarno. Kegiatan pembinaan ini bertujuan mengkader admin E-MTQ baru di tingkat kabupaten/kota sekaligus memperkuat peran admin yang telah bertugas. Langkah ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ di era digital, terutama dalam rangka menyongsong MTQ Tingkat Provinsi Kalbar ke-34 di Kabupaten Kayong Utara, sehingga pelaksanaannya dapat berlangsung lebih sukses, berkualitas, dan bermartabat.
Ketua Panitia yang juga Ketua Tim Kerja Seni Budaya Islam dan MTQ, Husnul Fadhil, melaporkan bahwa kegiatan diikuti oleh 40 peserta, yang berasal dari unsur Kementerian Agama dan LPTQ daerah. Selama dua hari, peserta mendapatkan pembinaan dan penguatan materi terkait manajemen penyelenggaraan MTQ berbasis digital.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis. Dalam sambutannya, Muhajirin menegaskan bahwa pembinaan admin E-MTQ merupakan langkah strategis untuk memastikan penyelenggaraan MTQ semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Transformasi digital melalui sistem E-MTQ, katanya, telah mengubah proses administrasi MTQ, mulai dari pendaftaran, penjadwalan, hingga penilaian.
“Kemampuan para admin dalam mengelola sistem ini menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan penyelenggaraan MTQ yang profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penerapan E-MTQ memungkinkan pengelolaan data dan pelaksanaan lomba berlangsung lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Transparansi penilaian juga semakin meningkat karena peserta dapat mengetahui hasil lomba secara lebih cepat, sehingga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan MTQ semakin kuat.
Lebih jauh, Muhajirin menyampaikan bahwa E-MTQ tidak hanya memperkuat aspek teknis, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk mendorong generasi Qurani agar semakin melek digital tanpa mengesampingkan nilai-nilai keislaman. Ia juga menegaskan bahwa E-MTQ merupakan salah satu bagian dari tujuh komponen penting suksesnya penyelenggaraan MTQ, meliputi layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, keamanan, lokasi pelaksanaan dan manajemen lomba, serta pengelolaan Liaison Officer (LO).
Sebagai ujung tombak dalam manajemen data MTQ daerah, para admin diharapkan mampu memperkuat sinergi, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kompetensi, sehingga tata kelola MTQ semakin baik dan berdampak pada peningkatan prestasi peserta di berbagai tingkatan serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Kalbar H. Rohadi, M.Si., para ketua tim kerja, serta Direktur PT Borneo Quantum Solution, Jaki Azmi, SE, dan Sahri Amarta, SE.
