Melawi (Kemenag Kalbar) Guru MTSN 2 Melawi , Muhammad Faisal, menjadi pemateri pada kajian Tarjih Muhammadiyah di Masjid Muhammadiyah Ibnu Taimiyyah Nanga Pinoh.
Dalam kesempatan itu Faisal membahas mengenai hal yang sangat dekat dengan keseharian, yaitu tentang tuntunan shalat.
Muhammad Faisal membuka kajian dengan mengingatkan bahwa shalat tidak hanya ibadah yang wajib dilaksanakan, tetapi juga ibadah yang memiliki tuntunan rinci agar sesuai dengan sunnah Rasulullah.
Salah satu bahasan yang menarik adalah tentang shalat di perjalanan. Faisal menerangkan bahwa Rasulullah SAW pernah melaksanakan shalat di atas unta ketika dalam perjalanan. Hal ini menjadi dasar bahwa shalat di perjalanan tetap bisa dilaksanakan sesuai kemampuan dan kondisi. Namun untuk kita yg menggunakan kendaraan, sebaiknya berhenti terlebih dahulu agar pelaksanaan shalat lebih khusyuk dan tertib. Kecuali jika kita hanya sebagai penumpang, maka tidak mengapa melaksanakan shalat sunah di atas kendaraan selama tetap menghadap kiblat pada takbir pertama.
Dalam pembahasan selanjutnya, dia menegaskan bahwa sebaik-baiknya shalat sunah adalah dilaksanakan di rumah, sebagaimana tuntunan Nabi. Rumah menjadi tempat yg penuh keberkahan ketika diisi dengan kegiatan ibadah. Adapun shalat fardu, lebih utama dikerjakan di masjid sebagai bentuk penegakan syiar dan penguatan ukhuwah di tengah jamaah.
Kajian juga mengutip beberapa putusan Tarjih Muhammadiyah terkait shalat, salah satunya mengenai shalat sunah wudu. Shalat ini dikerjakan dua rakaat setiap selesai wudu dan boleh dilaksanakan di mana saja, termasuk di rumah atau tempat lain yg memungkinkan. Shalat ini menjadi penyempurna kesucian dan memperindah ibadah berikutnya.
Kajian ditutup dengan ajakan untuk terus memperbaiki kualitas shalat, karena shalat bukan hanya kewajiban harian, tetapi penopang utama kehidupan seorang Muslim. Semoga catatan singkat ini bisa menjadi pengingat untuk terus meneladani tuntunan Rasulullah dan menghidupkan amalan-amalan yg disarankan oleh Tarjih Muhammadiyah.
