Melawi (Kemenag Melawi) – Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) MTs Negeri 1 Melawi melaksanakan penghitungan suara Pemilihan Umum Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2026–2027, Sabtu, (08/08/2026), setelah seluruh rangkaian pemungutan suara selesai. Penghitungan dilakukan sebagai bagian penting dari tahapan pemilihan yang memberikan ruang kepada siswa untuk menentukan pemimpin organisasi melalui mekanisme demokratis, terbuka, dan bertanggung jawab.
Proses penghitungan berlangsung dengan mencermati setiap surat suara yang telah digunakan dalam pemilihan. KPPS MTsN 1 Melawi membuka dan membaca suara secara terbuka, kemudian mencatat hasil perolehan masing-masing pasangan calon untuk memastikan setiap suara memiliki nilai dan tercatat dalam rekapitulasi. Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi serta membangun kepercayaan siswa terhadap proses pemilihan OSIM.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penentuan pasangan calon dengan perolehan suara terbanyak, tetapi juga menjadi pembelajaran nyata mengenai praktik demokrasi di lingkungan madrasah. Kepala MTsN 1 Melawi, Fakhrudin, menegaskan bahwa pemilihan OSIM menjadi sarana pendidikan kepemimpinan bagi siswa. “Pemilihan OSIM bukan sekadar menentukan Ketua dan Wakil Ketua, tetapi memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar memilih, menghargai pilihan, menerima hasil, dan menjalankan tanggung jawab secara demokratis,” ujar Fakhrudin.
Penghitungan suara juga menjadi tahap yang menentukan sebelum penetapan hasil Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 1 Melawi periode 2026–2027. Keterlibatan siswa sejak tahap pencalonan, kampanye, pemungutan suara hingga penghitungan memperlihatkan bahwa organisasi kesiswaan dapat menjadi ruang praktik kepemimpinan yang relevan dengan kehidupan sosial. Proses tersebut diharapkan membentuk budaya musyawarah, sportivitas, kejujuran, dan sikap menghormati perbedaan pilihan.
Melalui pelaksanaan pemilihan yang tertib dan transparan, MTsN 1 Melawi mendorong lahirnya kepemimpinan OSIM yang memperoleh mandat dari suara siswa dan mampu membawa aspirasi warga madrasah. Hasil penghitungan suara selanjutnya menjadi dasar penetapan Ketua dan Wakil Ketua OSIM periode 2026–2027 sekaligus awal bagi kepengurusan baru untuk menyusun program kerja yang berdampak terhadap kegiatan siswa, pengembangan prestasi, kedisiplinan, serta kehidupan madrasah yang lebih aktif dan kolaboratif.
