MATAMUDA MTsN 1 Melawi: Doa Jadi Bekal Awal Menjemput Prestasi

Melawi (Kemenag Melawi) – Guru Fikih MTs Negeri 1 Melawi, Elly Syuriana, memberikan materi tentang doa sebelum dan sesudah belajar kepada peserta Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun 2026, Rabu, (15/7/2026). Materi tersebut menjadi salah satu pembekalan awal bagi murid baru sebagai upaya menanamkan adab belajar yang baik sekaligus membangun kebiasaan religius dalam setiap proses pembelajaran di madrasah.

Kegiatan yang diikuti seluruh peserta MATAMUDA itu tidak hanya berisi pengenalan lafaz doa, tetapi juga penjelasan mengenai makna, keutamaan, dan pentingnya membiasakan berdoa sebelum memulai serta setelah menyelesaikan kegiatan belajar. Pembiasaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari budaya akademik di MTs Negeri 1 Melawi sehingga peserta didik memiliki kesiapan spiritual dalam menuntut ilmu.

Dalam penyampaiannya, Elly Syuriana menegaskan bahwa doa merupakan ikhtiar batin yang harus menyertai setiap proses belajar. “Belajar bukan hanya mengejar nilai, tetapi juga mencari ilmu yang bermanfaat dan mendapat keberkahan. Dengan membiasakan doa sebelum dan sesudah belajar, siswa diharapkan memiliki semangat, kemudahan memahami pelajaran, serta akhlak yang baik selama mengikuti proses pendidikan di madrasah,” ujar Elly Syuriana.

Materi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembentukan karakter yang dilaksanakan selama MATAMUDA. Selain memperkenalkan lingkungan madrasah, kegiatan ini juga membekali murid baru dengan nilai-nilai keislaman yang akan diterapkan dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari. Pembiasaan doa dipandang sebagai langkah sederhana namun memiliki makna penting dalam membentuk kedisiplinan, rasa syukur, dan tanggung jawab sebagai pelajar.

Melalui pembekalan ini, MTs Negeri 1 Melawi terus memperkuat komitmen dalam membangun budaya belajar yang religius, berkarakter, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia. Kebiasaan memulai dan mengakhiri pembelajaran dengan doa diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas di lingkungan madrasah, tetapi juga terbawa dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan dampak positif bagi peserta didik, keluarga, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *