Melawi (Kemenag Melawi) – Di sela-sela pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun 2026, Rabu, (15/7/2026), MTs Negeri 1 Melawi menggelar aksi bersih-bersih lingkungan yang melibatkan guru serta siswa kelas VIII dan IX. Saat sebagian guru memberikan materi kepada peserta MATAMUDA, guru lainnya bersama siswa melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan madrasah, mulai dari halaman, gang kompleks madrasah, hingga Jalan Provinsi Kota Baru Sokan sebelah hulu dan hilir.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan sekaligus menciptakan akses masuk dan keluar kompleks madrasah yang lebih aman. Rumput liar, semak, dan ranting yang menutupi pandangan di sepanjang Gang Madrasah hingga tepi Jalan Provinsi dibersihkan agar visibilitas pengguna jalan meningkat serta meminimalkan potensi kecelakaan saat kendaraan keluar maupun masuk ke kompleks madrasah.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTs Negeri 1 Melawi, Surbaini, yang mengawasi langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa aksi gotong royong merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus dibiasakan di lingkungan madrasah. “Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menjaga lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap madrasah. Selain itu, pandangan menuju jalan utama menjadi lebih terbuka sehingga akses keluar masuk kompleks madrasah lebih aman,” ujar Surbaini.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan melibatkan kolaborasi antara guru serta siswa. Pembagian tugas dilakukan secara terorganisasi sehingga proses pembersihan dapat diselesaikan dengan efektif tanpa mengganggu jalannya rangkaian MATAMUDA. Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Melawi memperkuat komitmen membangun budaya gotong royong, kepedulian lingkungan, dan keselamatan bersama. Lingkungan madrasah yang semakin bersih, rapi, serta akses menuju Jalan Provinsi yang lebih terbuka diharapkan memberikan kenyamanan bagi warga madrasah maupun masyarakat yang melintas, sekaligus menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang berdampak nyata.
