Melawi (Kemenag Melawi) — Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi mengikuti apel pagi yang dilaksanakan di halaman kantor pada Rabu (22/7/2026). Apel berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum untuk memperkuat disiplin serta memberikan pembinaan kepada seluruh pegawai.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Nono Soemantri, menyampaikan pembinaan mengenai pentingnya manajemen turbulensi keuangan bagi ASN. Menurutnya, setiap pegawai perlu memiliki kesiapan menghadapi berbagai dinamika kondisi keuangan, termasuk kemungkinan adanya perubahan dalam proses penggajian maupun kebutuhan mendesak yang tidak dapat diprediksi.
Dalam arahannya, Nono menjelaskan bahwa setiap ASN hendaknya memiliki rencana cadangan (backup plan) yang mampu menopang kebutuhan hidup setidaknya hingga tiga bulan apabila menghadapi kondisi keuangan yang tidak diharapkan.
“Sebagai ASN, kita harus memiliki manajemen turbulensi keuangan. Ketika menghadapi dinamika yang tidak dapat diprediksi, kita tetap memiliki cadangan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Minimal, kita memiliki backup plan yang dapat menopang kondisi keuangan selama tiga bulan,” ujar Nono Soemantri.
Untuk memperkuat pemahamannya, Nono memberikan ilustrasi bahwa bahkan sebuah negara pun menyiapkan cadangan sebagai langkah antisipasi menghadapi situasi darurat.
“Negara saja memiliki cadangan strategis, seperti cadangan minyak yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu tertentu ketika terjadi gangguan pasokan. Kalau negara memiliki cadangan, maka sebagai ASN kita juga perlu memiliki cadangan keuangan agar tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan,” jelasnya.
Ia kemudian membagikan tiga langkah sederhana yang dapat diterapkan ASN dalam membangun ketahanan finansial. Pertama, membiasakan diri hidup hemat dengan memperbanyak menabung dan menghindari perilaku konsumtif. Kedua, mengalokasikan sebagian penghasilan untuk membeli emas sebagai salah satu instrumen penyimpan nilai yang relatif stabil. Ketiga, membangun investasi produktif di luar pekerjaan sebagai ASN, seperti di bidang perkebunan, perdagangan, maupun usaha lainnya yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.
Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik akan memberikan rasa aman bagi keluarga sekaligus membantu ASN tetap fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat tanpa terbebani persoalan ekonomi.
Apel pagi ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
