Melawi (Kemenag Melawi) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Anuar Akhmad, bersama Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Nono Soemantri, melaksanakan kegiatan monitoring dan pembinaan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nanga Pinoh pada Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan monitoring dan pembinaan ke-7 yang dilakukan ke jajaran KUA di Kabupaten Melawi. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala KUA Nanga Pinoh, Irkham Masyuri, didampingi para penyuluh agama dan staf.
Kegiatan monitoring dan pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Melawi untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi KUA berjalan secara optimal, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Melalui kunjungan rutin ke setiap KUA, diharapkan berbagai program prioritas Kementerian Agama dapat terlaksana secara efektif dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Anuar Akhmad memperkenalkan Nono Soemantri sebagai Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Melawi kepada seluruh jajaran KUA Nanga Pinoh. Ia berharap kehadiran pejabat baru tersebut mampu mempererat sinergi antara Seksi Bimas Islam dengan seluruh KUA dalam mendukung berbagai program strategis Kementerian Agama.
Selain melakukan peninjauan terhadap administrasi perkantoran, layanan pencatatan nikah, serta pengelolaan layanan berbasis digital, rombongan juga berdiskusi bersama para pegawai mengenai capaian kinerja, tantangan di lapangan, dan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Anuar Akhmad mengingatkan seluruh ASN di lingkungan KUA Nanga Pinoh agar terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, integritas, dan semangat melayani. Menurutnya, pelayanan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang solid, komunikasi yang baik, serta lingkungan kerja yang harmonis.
Anuar juga mendorong KUA Nanga Pinoh untuk memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, seperti pemerintah kecamatan, sekolah dan madrasah, puskesmas, kepolisian, pemerintah desa, serta lembaga kemasyarakatan sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung pembinaan umat.
“KUA merupakan ujung tombak pelayanan keagamaan di masyarakat. Karena itu, bangunlah komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan. Semakin kuat sinergi yang dibangun, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Anuar Akhmad.
Pada kesempatan yang sama, ia juga memberikan penjelasan mengenai proses transisi sebagian urusan kepegawaian Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Ia mengajak seluruh pegawai untuk tetap tenang, mengikuti setiap kebijakan pemerintah, serta tetap fokus menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik.
Anuar turut mengingatkan pentingnya implementasi Program Ekoteologi melalui langkah-langkah sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan kantor, melakukan penghijauan, dan memanfaatkan lahan yang tersedia sehingga tercipta lingkungan kerja yang bersih, asri, dan nyaman.
Sementara itu, Nono Soemantri mengajak seluruh jajaran KUA Nanga Pinoh untuk terus memperkuat layanan Bimbingan Masyarakat Islam, mulai dari pelayanan nikah, bimbingan perkawinan, pembinaan keluarga sakinah, pengelolaan zakat dan wakaf, hingga penerapan Program GEMAH ASRI sebagai budaya kerja yang mencerminkan lingkungan KUA yang Bersih, Aman, Sehat, Rapi, dan Indah.
“Budaya kerja yang baik akan melahirkan pelayanan yang baik pula. Mari kita optimalkan seluruh layanan Bimas Islam dengan mengedepankan profesionalisme, kolaborasi, dan semangat melayani sehingga keberadaan KUA semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Nono Soemantri.
Melalui monitoring dan pembinaan ke-7 ini, Kementerian Agama Kabupaten Melawi berharap KUA Nanga Pinoh terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat sinergi internal maupun eksternal, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
