Melawi (Kemenag Melawi) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Menukung, Erinto Sumardi, mendeklarasikan Gerakan Sedekah Subuh pada Pengajian Rutin Majelis Taklim Al-Huda yang bergabung bersama Majelis Taklim Al-Ikhlas di Masjid Besar Al-Huda, Desa Menukung Kota, Kecamatan Menukung, pada Jumat (17/7/2026).
Deklarasi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun budaya berbagi sekaligus memperkuat peran majelis taklim sebagai wadah pembinaan keagamaan yang turut berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dalam penyampaiannya, Erinto Sumardi mengajak seluruh jamaah untuk membiasakan sedekah subuh secara istiqamah, meskipun dengan nominal yang sederhana.
“Yang terpenting bukan besar kecilnya sedekah, tetapi keikhlasan dan konsistensi dalam melaksanakannya. Jika dilakukan bersama-sama, sedekah subuh akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Untuk memberikan gambaran potensi gerakan tersebut, Erinto Sumardi menjelaskan bahwa apabila setiap anggota majelis taklim menyisihkan Rp2.000 setiap selesai Salat Subuh atau sekitar Rp60.000 setiap bulan, maka dengan jumlah sekitar 35 anggota, dana yang terkumpul dapat mencapai sekitar Rp2.100.000 setiap bulan. Menurutnya, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu warga kurang mampu, mendukung kegiatan sosial keagamaan, serta memperkuat berbagai program pemberdayaan umat di lingkungan majelis taklim.
Erinto juga memperkenalkan tagline “Meningkat dan Berdampak” sebagai semangat Gerakan Sedekah Subuh. Meningkat dimaknai sebagai meningkatnya ketakwaan, keikhlasan, dan kedekatan kepada Allah SWT melalui kebiasaan bersedekah. Sementara Berdampak berarti keberadaan majelis taklim benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui aksi sosial yang berkelanjutan.
“Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga menjadi pusat lahirnya kepedulian sosial. Ketika umat bergerak bersama, insya Allah akan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari keberadaan majelis taklim,” tegas Erinto Sumardi.
Deklarasi Gerakan Sedekah Subuh mendapat sambutan positif dari para jamaah. Mereka menilai program tersebut mudah diterapkan karena tidak memberatkan anggota, namun memiliki potensi besar apabila dilaksanakan secara konsisten serta dikelola secara transparan dan amanah.
Melalui gerakan ini, KUA Kecamatan Menukung berharap majelis taklim tidak hanya menjadi wadah pembinaan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Gerakan Sedekah Subuh diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial sekaligus menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat di Kecamatan Menukung.
