Khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Penyuluh Agama Islam KUA Nanga Pinoh Sampaikan Tiga Perkara Penolong dan Penyelamat Umat Manusia

Melawi (Kemenag Melawi) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nanga Pinoh, Muhammad Yusuf, menjadi khatib pada pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, pada Jumat (17/7/2026). Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat ketakwaan dan menjaga akhlak sebagai bekal keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Mengawali khutbah, Muhammad Yusuf mengingatkan bahwa seorang muslim hendaknya mampu menjaga lisan dan perbuatannya agar tidak menyakiti orang lain. Menurutnya, keselamatan seseorang tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga hubungan baik dengan sesama.

“Orang yang tangan dan lisannya masih menyakiti orang lain belum memperoleh keselamatan yang sempurna. Seorang muslim sejati adalah mereka yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi orang-orang di sekitarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhammad Yusuf menyampaikan tiga perkara yang menjadi penolong dan penyelamat manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Pertama, memiliki rasa takut kepada Allah SWT, baik ketika berada di tengah keramaian maupun saat sendirian. Sikap tersebut akan mendorong seseorang untuk senantiasa menjaga amal perbuatan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Kedua, menjalani kehidupan dengan sederhana, rendah hati, dan menjauhi sifat sombong. Menurutnya, kerendahan hati merupakan salah satu akhlak mulia yang akan menghadirkan keberkahan serta mempererat hubungan antarsesama.

Ketiga, berlaku adil dalam setiap keadaan, baik ketika sedang merasa senang maupun saat diliputi amarah. Muhammad Yusuf menegaskan bahwa keadilan merupakan prinsip yang harus dijaga oleh setiap muslim dalam mengambil keputusan maupun memperlakukan orang lain.

Di akhir khutbah, Muhammad Yusuf mengajak seluruh jamaah untuk mengamalkan ketiga nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjadi pribadi yang bertakwa, berakhlakul karimah, serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

Melalui khutbah Jumat ini, diharapkan pesan-pesan keislaman yang disampaikan dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan masyarakat serta mendorong terwujudnya kehidupan yang rukun, damai, dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *