Penyuluh Islam dan Katolik Menukung Siapkan Program Bersama untuk Sekolah dan Masyarakat

Melawi (Kemenag Melawi) — Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh Agama Katolik di Kecamatan Menukung memperkuat sinergi lintas agama melalui rapat koordinasi yang digelar di Kantor Urusan Agama Kecamatan Menukung, Senin (11/5/2026).

Rapat tersebut membahas sejumlah program pelayanan keagamaan bersama yang diarahkan untuk menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan pasien rawat inap. Kegiatan dihadiri oleh Erinto Sumardi, Yohanes Tatang, dan Agistina.

Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan ialah BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah). Program tersebut direncanakan menyasar sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA di Kecamatan Menukung pada tahun ajaran baru mendatang. Kegiatan ini dipersiapkan sebagai wadah pembinaan karakter, penguatan nilai moral, serta pendampingan spiritual bagi para pelajar.

Erinto Sumardi mengatakan pembinaan usia sekolah merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan moral generasi muda di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, sekolah tidak hanya membutuhkan penguatan akademik, tetapi juga pendampingan nilai keagamaan dan pembentukan karakter.

“Melalui BRUS, penyuluh ingin hadir langsung di lingkungan sekolah untuk memberikan pembinaan yang menyentuh aspek moral, etika, dan kehidupan sosial pelajar. Harapannya, siswa memiliki bekal spiritual yang kuat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Erinto Sumardi.

Selain pembinaan bagi pelajar, rapat koordinasi juga membahas pelaksanaan BIMRUH (Bimbingan Rohani) bagi pasien rawat inap di Puskesmas Menukung. Program tersebut dirancang sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan dan pendampingan spiritual bagi masyarakat yang sedang menjalani perawatan kesehatan.

Yohanes Tatang menilai pelayanan rohani di fasilitas kesehatan memiliki dampak besar terhadap kondisi psikologis pasien. Menurutnya, dukungan spiritual mampu membantu pasien lebih tenang dan memiliki semangat selama menjalani proses pengobatan.

“Pasien tidak hanya membutuhkan layanan medis, tetapi juga penguatan mental dan spiritual. Kehadiran penyuluh di ruang perawatan diharapkan dapat memberi motivasi dan ketenangan bagi pasien maupun keluarga,” kata Yohanes Tatang.

Sementara itu, Agistina menambahkan bahwa kolaborasi lintas agama dalam pelayanan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun harmoni sosial di Kecamatan Menukung. Ia menegaskan program bersama tersebut tidak hanya memperkuat hubungan antarpenyuluh, tetapi juga memperluas jangkauan pelayanan keagamaan yang lebih inklusif dan humanis.

Melalui rapat koordinasi tersebut, para penyuluh sepakat memperkuat pola kerja kolaboratif yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Program BRUS dan BIMRUH diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghadirkan layanan keagamaan yang lebih aktif, responsif, dan berdampak langsung bagi pelajar, pasien, serta masyarakat Kecamatan Menukung secara umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *