Melawi (Kemenag Melawi) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Menukung, Erinto Sumardi, memberikan materi pembinaan pada kegiatan Pengajian Gabungan Majlis Taklim se-Kecamatan Menukung yang dilaksanakan di Masjid Besar Al-Huda, Desa Menukung Kota, Minggu (17/05/2026). Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai dan dihadiri jamaah majlis taklim dari berbagai desa di Kecamatan Menukung.
Kegiatan tersebut merupakan inisiatif bersama dua majlis taklim di pusat kecamatan, yakni MT Al-Huda dan MT Al-Ikhlas. Kedua organisasi tersebut mengundang seluruh majlis taklim di wilayah Kecamatan Menukung sebagai upaya memperkuat silaturahmi, pembinaan umat, serta memperluas syiar Islam di tengah masyarakat.
Sejak pagi, peserta tampak memadati area Masjid Besar Al-Huda. Jamaah yang sebagian besar berasal dari desa-desa di wilayah Menukung terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, hingga diskusi keagamaan yang berlangsung interaktif.
Dalam materi pembinaannya, Erinto Sumardi menekankan pentingnya menjaga eksistensi majlis taklim agar tetap hidup dan aktif di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, majlis taklim bukan hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga ruang pembinaan moral serta penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Majlis taklim jangan sampai redup, apalagi vakum. Menghidupkan majlis taklim sama dengan menghidupkan syiar Islam. Kegiatan mengajak manusia kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan amal ketaatan yang sangat agung dan menjadi ibadah mulia bagi seorang hamba,” ujar Erinto Sumardi di hadapan jamaah.
Selain memberikan motivasi keagamaan, Erinto Sumardi juga menyoroti tantangan sosial yang dihadapi keluarga di era digital. Ia menyampaikan bahwa penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat memicu konflik rumah tangga hingga perceraian apabila tidak dibarengi dengan penguatan nilai-nilai agama dan komunikasi keluarga yang baik.
“Sekarang dengan adanya media sosial, sangat mudah seseorang melakukan perselingkuhan tanpa diketahui pasangan. Karena itu, penguatan akhlak dan pembinaan keluarga harus terus dilakukan melalui majlis taklim dan kegiatan keagamaan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Erinto Sumardi juga mengingatkan jamaah tentang keistimewaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah. Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal ibadah karena amalan pada hari-hari tersebut sangat dicintai Allah SWT.
“Jangan sampai kesempatan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah disia-siakan. Perbanyak amal ibadah dan tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” pesannya.
Ketua MT Al-Huda, Olniati, mengaku bersyukur atas tingginya partisipasi jamaah dari berbagai desa. Menurutnya, kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki semangat kuat untuk belajar agama dan mempererat silaturahmi antarjamaah majlis taklim.
“Kami sangat senang melihat antusias jamaah dari desa-desa yang hadir mengikuti pengajian gabungan ini. Kegiatan seperti ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah sekaligus menambah semangat belajar agama,” kata Olniati.
Sementara itu, Ketua MT Al-Ikhlas, Nuyanti, menyampaikan bahwa pengajian gabungan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali dengan sistem tuan rumah bergilir. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah pembinaan umat yang berkelanjutan serta memperkuat peran majlis taklim dalam kehidupan sosial masyarakat Menukung.
“Insya Allah kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap tiga bulan sekali dan pelaksanaannya bergantian di masing-masing majlis taklim. Kami ingin kegiatan ini terus hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nuyanti.
