Melawi (Kemenag Melawi) – Pertandingan perebutan juara ketiga dan keempat turnamen bola voli putri yang mempertemukan MTsN 1 Melawi melawan SMPN 1 Tanah Pinoh berlangsung layaknya partai final yang sarat emosi. Bertempat di lapangan utama pada Senin sore (25/05/2026), duel sengit yang mempertemukan representasi pelajar terbaik dari wilayah cakupan empat kecamatan, yakni Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Sokan, dan Sayan, berakhir dengan skor tipis 2-3 untuk kemenangan SMPN 1 Tanah Pinoh.
Meskipun harus puas menempati peringkat keempat, perjuangan luar biasa para srikandi muda MTsN 1 Melawi menuai banyak pujian karena berhasil memaksa lawan bermain hingga full set di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Sejak peluit set pertama dibunyikan, atmosfer pertandingan sudah terasa panas. Kedua tim saling kejar-mengejar angka melalui reli-reli panjang yang memukau penonton. MTsN 1 Melawi sempat mencuri keunggulan di set awal melalui variasi serangan yang rapi dan efektif. Namun, memasuki pertengahan laga, langit Melawi mulai menumpahkan hujan deras.
Tantangan pun berubah drastis. Lapangan yang basah dan licin, ditambah bola yang semakin berat akibat guyuran hujan, memaksa para pemain dari kedua tim bermain ekstra hati-hati dan mengeluarkan tenaga lebih besar. Alih-alih menyurutkan semangat, hujan justru membakar determinasi para pemain MTsN 1 Melawi. Dengan seragam yang basah kuyup, mereka jatuh bangun menyelamatkan bola demi bola. SMPN 1 Tanah Pinoh pun memberikan perlawanan tak kalah sengit hingga kedudukan imbang 2-2.
Memasuki set penentuan, tensi pertandingan semakin memuncak di bawah rintik hujan yang belum juga reda. Pandangan yang terbatas dan kondisi lapangan yang semakin licin menuntut konsentrasi tinggi dari kedua tim. Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga poin-poin kritis. Namun, dewi fortuna tampaknya lebih berpihak kepada SMPN 1 Tanah Pinoh yang berhasil memanfaatkan momentum di akhir laga dan menutup set kelima dengan kemenangan tipis, sekaligus memastikan skor akhir 2-3.
Usai pertandingan, Kepala MTsN 1 Melawi, Fakhrudin, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas daya juang yang ditunjukkan anak didiknya di tengah lapangan yang basah.
“Secara hasil kita berada di peringkat keempat, namun secara mental, sportivitas, dan ketangguhan fisik di bawah guyuran hujan tadi, anak-anak adalah juara di hati kita semua. Bertanding di level cakupan empat kecamatan yang sangat kompetitif dalam kondisi cuaca seperti ini bukan hal yang mudah. Ini menjadi modal spiritual dan pengalaman luar biasa untuk terus berkembang ke depan,” ungkapnya penuh optimisme.
Senada dengan Kepala Madrasah, Jormedi selaku official tim didampingi Sarifah Yuniarti menyebutkan bahwa fisik dan mental para pemain sudah bekerja melampaui batas maksimal akibat faktor cuaca yang menyulitkan pergerakan.
“Anak-anak sudah memberikan segalanya di lapangan. Kondisi hujan memang mengubah skema permainan karena lapangan menjadi licin, dan kekalahan tipis 2-3 di set kelima hanya soal momentum. Kami melihat potensi besar dalam tim ini, dan evaluasi ke depan akan difokuskan pada ketenangan serta adaptasi taktik di poin-poin kritis dalam berbagai situasi cuaca,” jelas mereka usai laga.
Sementara itu, Ghina yang memimpin rekan-rekannya di lapangan tidak mampu menyembunyikan rasa harunya. Sambil menyeka sisa air hujan dan air mata di wajahnya, ia tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
“Kami minta maaf belum bisa membawa pulang trofi juara ketiga. Kami sudah berjuang habis-habisan sampai set terakhir, menembus dinginnya hujan, dan semua teman-teman sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Terima kasih kepada kepala madrasah, para official, dan seluruh pendukung MTsN 1 Melawi yang ikut basah kuyup demi terus meneriakkan semangat untuk kami dari pinggir lapangan,” tutur Ghina tulus.
Turnamen yang mempertemukan tim-tim terbaik dari empat kecamatan tersebut sukses menjadi ajang unjuk bakat sekaligus pembuktian ketahanan fisik dan mental para atlet pelajar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar-satuan pendidikan di wilayah Melawi. Tim voli putri MTsN 1 Melawi pun dipastikan pulang dengan kepala tegak dan siap bangkit lebih kuat pada turnamen berikutnya.
