Melawi (Kemenag Melawi) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Menukung melaksanakan sosialisasi pendataan dan validasi Majlis Taklim melalui Aplikasi Pendaftaran Majlis Taklim (SIMPENAIS) sekaligus silaturahmi bersama pengurus Majlis Taklim di Kantor KUA Menukung, Rabu, (29/04). Kegiatan ini menargetkan penguatan basis data kelembagaan sekaligus revitalisasi peran majlis taklim di tengah masyarakat.
Sosialisasi dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam Menukung, Erinto Sumardi, dengan menghadirkan dua majlis taklim dalam kota, yakni MT Al-Huda dan MT Al-Ikhlas. Agenda disusun tidak sekadar penyampaian teknis aplikasi, tetapi juga forum evaluasi dan proyeksi program ke depan agar aktivitas pengajian lebih hidup dan berdampak.
Erinto Sumardi menegaskan bahwa pendataan melalui SIMPENAIS menjadi bagian dari kebijakan nasional Kementerian Agama untuk memastikan keberadaan, aktivitas, dan kebutuhan majlis taklim terpetakan secara akurat. “Pendataan dan validasi ini bukan formalitas. Data yang masuk akan menjadi dasar pembinaan, bantuan program, dan penguatan kapasitas majlis taklim,” ujar Erinto Sumardi.
Melalui forum tersebut, Erinto Sumardi juga mendorong pengurus majlis taklim aktif melakukan koordinasi dan pendampingan pendaftaran. Setiap penyuluh di tingkat kecamatan diharapkan menjadi motor penggerak, memastikan seluruh majlis taklim terdaftar dan tervalidasi. “Pendampingan harus berjalan. Jangan sampai ada majlis taklim yang aktif, tetapi tidak tercatat dalam sistem,” kata Erinto Sumardi.
Di sisi lain, forum mengungkap tantangan nyata di lapangan.
Ketua MT Al-Huda, Olniyati, menyampaikan penurunan partisipasi anggota dalam kegiatan pengajian. “Ghiroh anggota untuk hadir semakin berkurang. Kondisi ini berdampak pada semangat pengurus,” ujar Olniyati secara langsung.
Hal senada disampaikan Ketua MT Al-Ikhlas, Nuryanti, yang menilai perlu adanya inovasi dalam metode dakwah dan kegiatan majlis taklim. “Majlis taklim perlu pendekatan baru agar jamaah kembali tertarik dan merasa memiliki kegiatan ini,” ungkap Nuryanti.
Menanggapi hal tersebut, Erinto Sumardi memberikan sejumlah masukan strategis, mulai dari penguatan manajemen kegiatan, variasi materi pengajian, hingga pemanfaatan momentum keagamaan sebagai daya tarik jamaah. Selain itu, kolaborasi antar majlis taklim juga dinilai penting untuk membangun semangat kolektif.
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sosialisasi administratif, tetapi juga ruang konsolidasi dan motivasi. Perwakilan majlis taklim menyambut positif agenda tersebut karena memberikan arah yang lebih jelas dalam pengembangan organisasi. “Kegiatan ini memberi semangat baru dan gambaran perencanaan ke depan agar majlis taklim semakin maju,” ujar salah satu perwakilan peserta.
Dengan adanya pendataan berbasis SIMPENAIS dan penguatan koordinasi di tingkat kecamatan, diharapkan majlis taklim di Menukung tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga lebih aktif dalam syiar Islam. Dampaknya, kegiatan keagamaan di masyarakat dapat kembali bergairah dan menjangkau lebih banyak lapisan jamaah.
